Published On: Tue, Mar 14th, 2017

Juru Sita PN Ambon Lakukan Tanda Tangan Palsu

Share This
Tags

Tindakan pemalsuan tanda tangan surat banding Pengadilan Tinggi Ambon lagi-lagi dilakukan oleh Juru Sita Pengadilan Negeri (PN) Ambon Rahman Tarodji.

Permasalahan ini berawal dari adanya temuan penandatanganan tiruan yang dilakukan oleh Rahman Tarodji NIP 196805141993031004, Jabatan Jurusita, golongan Penata Muda III/a diduga melakukan pemalsuan tanda tangan terkait surat banding ke Pengadilan Tinggi (PT) perkara pidana perdata nomor 62 / PDT .G 2015 . /PN.AB.

Yang mana surat-surat banding perkara Pidana Perdata tersebut telah serahkan sebelum oleh PN Ambon dan ditermi oleh Keluarga Iwan Wener Alfons tanggal 7 Januari 2017, namun surat palsu yang ditandatangani sendiri Tarodji menggantikan Iwan Wener Alfons adalah pada hari Jumat tangggal 7 Juli 2016.

Iwan Wener Alfons saat ditemui oleh awak media di Kantor Pengadilan Tinggi Ambon,Selasa (14/03/2017),Dirinya mengatakan, sangat kesal dan mengecam perbuatan yang dilakukan oleh Tarodji karena sangat merugikan, sehingga masalah ini akan diproses secara hukum, dan dalam waktu dekat Tarodji akan dilaporkan ke pihak Kepolisian.

Dikatakan, terkait dengan kejadian ini dirinya menduga ada factor X sehingga sebagai juru sita dapat melakukan perbuatan sekeji ini.

“Adapun surat- surat yang ditandatagani oleh Tarodji atas nama saya adalah Risalah Pemberitahuan Banding, Risalah Pemberitahuan Memeriksa Berkas Perkara ,Risalah Pemberitahuan penyerahan Memori Banding, Risalah Penyerahan Memori Banding, Risalah Pemberitahuan Memeriksa Berkas Pekara, Penyerahan Tambahan Memori Banding,” rincinya.

Terkait hal tersebut Evans Alfons Kuasa Insdentil pada Perkara Nomor 62 / PDT .G 2015 . /PN.AB kepada awak media diKantor PN Ambon menegaskan, perilaku Tarodji yang merupakan Juru Sita PN Ambon tidak bisa ditolelir, sehingga dirinya mempertanyakan maksud si Tarodji ini, dan apa kaitannya dalam perkara ini.

“Saya mau tanya apa kaitan Juru Sita PN Ambon ini dengan Perkara 62 PDT.G/2015/ PN.AB, sehingga dirinya nekad menantagani surat-surat risalah banding ke PT Maluku atas nama sudara saya ?,”tanyanya.

Sementara itu Kuasa Hukum Keluarga Iwan Wenner Alfons, Stefanus Daidara. SH kepada awak media menambahkan, sikap dan perilaku Juru Sita di PN Tarodji Ambon adalah bukti bahwa pada lingkup Kantor PN Ambon terdapat orang-orang yang tidak setia dalam menjalankan tugas, membantu warga Kota Ambon dan sekitarnya untuk mendapat keadilan.

“Saya menduga ada faktor X dibalik kejadian ini, sehingga Sebagai Jurus Sita PN Ambon dirinya sudah mencoreng nama isntitusi Peradilan ini,” ungkapnya.

Dirinya juga menyampaikan, bahwa kenetaralan PN Ambon dalam melakukan putusan Perkara Perdata atau Pidana juga diragukan, sehingga atas perbuatan yang dilakukan Tarodji maka dirinya akan kami polisikan karena terbukti melakukan perbuatan melanggar hukum, yakni memalsukan tanda tagan, membuat surat risalah berlaku surut. Karena sesuai surat risalah Pemberitahuan asli yang diterima oleh pihak Alfons adalah pada tanggal 7 Januari 2017, sedangkan surat palsu yang ditandatangani sendiri Tarodji menggantikan Iwan Wener Alfons adalah pada hari Jumat tangggal 7 Juli 2016, dimana saat itu adalah hari libur karena bertepatan dengan hari besar salah satu agama.

“Tidak ada jalan lain lagi, kami akan tetap melaporkan yang bersangkitan ke pihak Kepolisian, sehingga dari laporan itu kita akan mengetahui siapa dalang dari semua tindakan memalukan ini.

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>