Published On: Sat, Oct 4th, 2014

Kapolres Seram Akui Ada Warga yang Tertembak

Share This
Tags

0519535selongsong-lagi780x390Kapolres Seram Bagian Timur (SBT) Maluku AKBP Yugonarko mengungkapkan, pihaknya akan memberi sanksi kepada sejumlah anggotanya jika terbukti bersalah menganiaya salah satu anggota polisi berinisial RN.

Penganiayaan terhadap RN oleh sejumlah seniornya memicu kemarahan warga di Kota Bula, Kabupaten SBT. Kemarahan warga ditunjukkan dengan cara berunjuk rasa di Polres setempat, yang berujung bentrokan dan pembakaran pos polisi di Bula.

“Oknum yang terlibat penganiayaan akan ditindak. Kita akan beri sanksi kepada para anggota yang terlibat penganiayaan jika bersalah. Bisa sanksi disiplin dan seterusnya,” ungkap Yugonarto kepada Kompas.com, Sabtu (4/10/2014).

Sampai saat ini pihaknya belum memeriksa anggota polisi yang menganiaya yuniornya tersebut. Menurut Yugonarto, penganiayaan dilakukan lantaran RN tidak masuk kantor selama 3 hari tanpa pemberitahuan.

“Korban yang dianiaya itu tidak masuk kantor selama 3 hari. Waktu apel dia tidak ada. Dia lalu dipanggil seniornya saat itu. Bukan dia saja, ada juga anggota yang disuruh hormat bendera,” ujar Yugonarto.

Diberitakan sebelumnya, aksi unjuk rasa warga yang memprotes penganiayaan terhadap RN berakhir bentrok. Warga menuntut agar Kapolres dan Wakapolres SBT bertanggung jawab atas penganiayaan itu. Akibat bentrokan tersebut, sejumlah warga terluka karena tertembak peluru dan lainnya mengalami luka lebam di bagian wajah dan tubuhnya akibat terkena pukulan polisi. Bentrok juga mengakibatkan pos polisi di Bula dibakar massa.

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>