Published On: Sat, Apr 1st, 2017

Kasus Pungli SMPN 15, Kadis Pendidikan Kota Ambon ‘Asbun’

Share This
Tags

Penyelidikan kasus dugaan pungli di SMP Negeri 15 Ambon ternyata masih berjalan. Pernyataan Kepala Dinas Pendidikan Kota Ambon, Benny Kainama bahwa kasus tersebut sudah ditutup hanya asal bunyi (asbun).

Wakapolres Pulau Ambon dan Pp. Lease, Kompol Agung Triba­wanto menegaskan, kasus yang melibatkan Kepala SMP Negeri 15 Ambon, Markus Pattiapon dan dua anak buahnya itu, masih bergulir dan tidak ditutup.

“Proses masih jalan kok, kita tidak pernah mengatakan kalau kasus ini ditutup, kalau pun memang ditutup pasti kita akan beberkan alasan kenapa ditutup. Hingga saat ini tim masih be­kerja, dan masih dalam proses penyelidikan serta pengumpulan bukti,” tan­das Tribawanto kepa­da Siwa­lima, di ruang kerjanya, Sabtu (31/3).

Tribawanto mengaku, pihak­nya sudah melayangkan surat panggilan kepada Dinas Pendidikan Kota Ambon untuk memberikan keterangan terkait SOP soal pungutan di sekolah-sekolah, tetapi panggilan tersebut tidak dipenuhi.

“Dalam proses penyelidikan kita sudah pernah surati pihak Dinas Pendidikan untuk menanyakan pro­sedur, tetapi panggilan itu tidak dipe­nuhi, jadi kita berencana akan kembali menyurati dalam rangka pengembangan proses penyelidi­kan,” tandasnya lagi.

Tribawanto mengatakan, penanga­nan kasus dugaan pungli di SMP Negeri 15 transparan. Tetapi, dalam kepentingan penyelidikan, ada hal-hal  yang tidak bisa dibeberkan ke publik.

“Kita pasti transparan, tetapi ada yang harus dan tidak harus kita be­ber­kan untuk dipublikasi, dilanjut­kan atau tidaknya kasus ini pasti akan kita sampaikan beserta ala­sannya, dan untuk saat ini saya mau tegaskan penyidik masih terus be­kerja dalam pengusutan kasus,” ujarnya.

Informasi penutupan kasus pung­li di SMP Negeri 15 yang melibatkan Kepala SMP Negeri 15 Ambon, Markus Pattiapon bersama Wali Kelas IX, Magdalena T Baker dan Susana Mairuhu selaku bendahara panitia ujian nasional itu, disam­paikan oleh Kadis Pendidikan Kota Ambon, Benny Kainama.

“Kasusnya sudah ditutup tim Saber Pungli Ambon dan tidak dilan­jutkan lagi,” kata Kainama kepada Siwalima di Balai Kota Ambon, Senin (27/3).

Menurutnya, pungutan yang dila­kukan tidak masuk dalam kategori pungli, karena ada kesepakatan an­tara orang tua siswa dengan pihak sekolah. “Laporan yang saya terima kasus ini sudah dihentikan karena tidak cukup bukti dalam kategori pungli karena ada kesepakatan dengan orang tua,” ujarnya.

Saat kasus pungli di SMP Negeri 15 muncul, Kainama berkoar-koar, siap memberikan data maupun informasi kepada polisi. Ia mengaku, punya data tentang pungli tersebut.

“Kalau aparat ingin meminta ban­tuan berupa keterangan kita siap karena dinas juga telah memiliki data terkait dengan kasus tersebut,” kata Kainama, kepada Siwalima, Senin (13/3).

Kainama mendukung polisi menuntaskan kasus pungli di SMP Negeri 15 Ambon. Karena itu, ia siap bekerjasama bila dibutuhkan saksi-saksi. “Jadi kita punya data juga dan kalau dimintakan keterangan dinas siap, kami akan terbuka dan siap kerjasama untuk menuntaskan kasus pungli ini,” ujarnya.

Sesumbar memberikan data, justru Kainama “bernyanyi” kalau kasus pungli di SMP Negeri 15 sudah ditu­tup. Kalangan anggota DPRD Malu­ku, Kota Ambon dan akademisi sebe­lumnya meminta kasus ini dituntaskan oleh polisi sehingga memberikan efek jera kepada para pelaku.  (Siwalima)

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>