Published On: Mon, Mar 13th, 2017

Kejari Ambon Diminta Usut Dana BOS SDN 7 Suli

Share This
Tags

Kejaksaan Negeri Ambon diminta untuk mengusut dan melakukan pemeriksaan terhadap indikasi penyalahgunaa dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) SD Negeri 7 Suli Kecamatan Salahutu Kabupaten Maluku Tengah, tahun 20013 hingga 2016 yang dilakukan oleh Kepala SD Negeri 7 Suli Ny. Welhemina Lekahena (WL).

Hal ini diungkapkan Edward Hittipeuw Ketua LSM Team Operasional Penyelamatan Asset Negara Republik Indonesia (LSM TOPAN-RI) wilayah Maluku kepada media ini di Masohi, Senin (13/3/2017)

Menurut Hittipeuw, progress pengembangan mutu pendidikan di SD Negeri 7 Suli sejak tahun 2013 hingga saat ini semakin merosot. Kenapa tidak, sejak pencairan dana BOS pada triwulan satu tahun 20013 oleh kepsek Ny. WL bersama bendahara ketika itu Ny. Romina Louhery hingga triwulan dua tahun 2014, kepsek langsung mengambil dana tersebut dari bendahara untuk kepentingan pribadi dan keluarganya.

Begitu pula saat pergantian bendahara dari Ny. Romina Louhery kepada bendahara baru Ny. Fransina Pitris pada bulan September 2014, ketika itu juga kepsek bersama bendahara baru langsung mencairkan dana BOS triwulan tiga tahun 2014 dan langsung mengambilnya dari bendahara Ny. Pitris untuk kepentingan pribadi dan mengabaikan kepentingan sekolah.

Selain dana BOS mencapai Rp. 100 Juta lebih, sang kepsek juga menggunakan dana siswa miskin tahun 2013 sebanyak 10 juta rupiah serta menyimpan 1 unit Laptop dan 1 unit komputer yang bersumber dari dana DAK tahun 2012 guna kepentingan pribadi.

Menurut Hittipeuw, indikasi penyalahgunaan dana BOS dan dana siswa miskin ini terungkap ketika terjadi selisih paham antara kepsek dengan mantan bendahara Ny. Romina Louhery maupun Ny. Fransina Pitris.

Olehnya itu Hittipeuw minta agar Kejaksaan Negeri Ambon segera melakukan pemeriksaan kepada Kepsek SD Negeri 7 Suli Ny. Welhemina Lekahena terhadap indikasi penyalahgunaan dana BOS mencapai 100 juta lebih tersebut.

“Saya sudah sampaikan hal ini kepada Bupati Malteng Tuasikal Abua, SH di Masohi bahkan Bupati sendiri menegaskan agar segera melaporkan hal ini kepada Kejaksaan maupun Kepolisian untuk segera diusut secara tuntas,”jelas Hittipeuw.

Untuk memastikan penyalahgunaan dana BOS tersebut oleh oknum kepsek SDN 7 Suli, wartawan media ini ketika mengkonfirmasi mantan bendahara Ny. Romina Louhery maupun bendahara Ny. Fransina Pitris melalui telepon genggam ternyata mereka membenarkan hal ini.

Rincian pengambilan dana BOS dari mantan bendahara Ny. Romina Louhery oleh Kepsek Ny. Welhemina Lekahena antara lain : Mengambil 10 juta dari bendahara setelah cair dana BOS triwulan 1 dan triwulan 2 tanggal 14 Februari 2013 guna pembuatan sumur bor dan pasang listrik di rumh pribadi kepsek, Mengambil uang sebesar 5 juta dari dana BOS triwulan 1 pada tanggal 6 Januari 2014 untuk keperluan pribadi, Mengambil 10 juta dari dana BOS triwulan 1 tanggal 30 Januari 2014, Mengambil 7,5 juta dari dana BOS triwulan 2 untuk bayar hutang piutang pribadi,

Mengambil dana BOS triwulan 3 dan 4 tanggal 1 Agustus 2014 sebesar 20 juta guna pasang tehel dan pembuatan dapur di rumah pribadi kepsek, Mengambil dana siswa miskin 10 juta untuk keperluan pribadi dan beli Laptop bersama komputer. Jadi jumlah keseluruhan pengambilan dari mantan bendahara sebesar Rp. 62.500.000 untuk kepentingan pribadi sang kepsek.

Sementara itu rincian pengambilan dari Bendahara Ny. Fransina Pitris oleh Kepsek meliputi : Mengmbil 7 juta dari dana BOS triwulan 3 untuk bayar hutang piutang pribadi, Mengambil  6 juta 750 ribu untuk bayar utang pakaian pada tanggal 2 April 2016, Mengambil buku tabungan dana BOS untuk digadaikan kepada salah satu pengusaha sebesar 22 juta yang kemudian dibayar dengan menggunakan dana BOS triwulan 3 dan triwulan 4 tanggal 3 April 2015, Memerintahkan bendahara untuk membayar hutang piutang kepsek dengan salah satu guru SDN 2 Suli sebesar 2,5 juta pada tanggal 8 Agustus 2016 dan tanggal 19 Agustus 2016,

Mengambil dana BOS 15 juta dari bendahara setelah mencairkan dana BOS tangga 13 Agustus 2016, Memerintahkan bendahara untuk membayar 1 stelan Jas milik kepsek sebesar 3,5 juta,  2 pasang sepatu 300 ribu dan satu stelan tas 60 ribu, Memerintahkan bendahara untuk membayar biaya operasional triwulan 4 tahun 2016 dan triwulan 1 tahun 2017  sebesar 23 juta 813 ribu rupiah.

Besarnya biaya yang dikeluarkan demi kepentingan pribadi kepsek sesuai rincian bendahara Ny. Fransina Pitris mencapai Rp. 74.929.000 rupiah. Total pengeluaran kedua bendahara untuk kepentingan pribadi kepsek dan keluarganya mencapai Rp. 137.429.000.

Berdasarkan keterangan dari kedua bendahara tersebut bahwa masalah penyalahgunaan dana BOS SDN 7 Suli Kecamatan Salahutu sudah disampaikan kepada Kepala UPTD Dinas Pendidikan dan Pariwisata Kecamatan Salahutu Drs. Arfan Lestaluhu, namun sampai saat ini belum ada tindakan yang dilakukan Kepala UPTD kepada Kepsek SDN 7 Suli Ny. WL

Kedua bendahara itu harapkan, agar Bupati Malteng Tuasikal Abua, SH dapat mengambil langkah tegas sekaligus mereka meminta agar pihak Kejaksaan Negeri Ambon segera mengambil tindakan hukum kepada kepsek tersebut.(Tribunmaluku)

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

- BALAGU.COM