Published On: Thu, Nov 19th, 2015

Kenapa Messi Sebaiknya Dicadangkan di El Clasico?

Share This
Tags

messibiru460Pulihnya kondisi Lionel Messi jadi kabar baik yang ditunggu pemain, pelatih, serta fans Barcelona. Tapi atas beberapa alasan, Messi mungkin lebih baik bertahan di bench Santiago Bernabeu.

Messi sudah tak terlihat berada di atas lapangan sejak sekitar dua bulan lalu. Laga terakhir yang dia jalani adalah menghadapi Las Palmas pada 26 September. Messi dapat cedera di pertandingan itu dan belum tampil lagi dalam seragam Barcelona hingga kini.

Dikutip dari Sport, dalam setidaknya sepekan terakhir Messi menunjukkan perkembangan yang sangat baik dalam proses pemulihan. Dia sudah mulai berlatih dan diyakini akan bisa main di Santiago Bernabeu, Sabtu (21/11/2015) akhir pekan ini. Adidas malah sudah mengonfirmasi kalau Messi akan bisa main saat meluncurkan sepatu khusus bagi Messi untuk laga tersebut.

Kembalinya Messi dalam skuat jelas jadi kabar baik yang sudah sangat dinantikan. Tapi, adakah kembalinya Messi benar-benar membawa kebaikan untuk The Catalans?

Di balik suka cita Messi pulih, ada faktor-faktor yang pastinya telah dipertimbangkan Luis Enrique saat dia menentukan starting line up nanti. Menurunkan Messi justru bisa jadi sebuah perjudian.

Risiko Cedera yang Lebih Parah

Sejak awal menjalani proses pemulihan cedera lutut, Messi dan Barcelona sudah menyatakan kalau mereka tidak mau mengambil risiko apapun. Itu artinya Messi tidak akan dimainkan sampai kondisinya benar-benar pulih.

Messi, dalam sebuah wawancara dengan media Spanyol, juga sempat menyebut kalau dia tidak akan buru-buru kembali ke lapangan. Kalaupun nantinya bisa merumput lagi, Messi hanya akan melakukannya jika dia dapat lampu hijau dari tim dokter.

El Clasico yang digelar akhir pekan ini tepat berjarak delapan pekan sejak Messi mengalami cedera. Delapan pekan adalah waktu yang diprediksikan oleh tim dokter akan dibutuhkan Messi untuk menjalani pemulihan.

Tapi melakukan comeback di laga dengan tensi sangat tinggi seperti El Clasico akan mengancam cedera yang baru pulih. Seperti yang sudah-sudah, Messi kerap jadi incaran tekel keras bek-bek El Real. Dan jika kembali cedera, Messi bukan tak mungkin bakal absen lebih lama lagi.

Soal Ritme

Ada jarak 56 hari sejak Messi mengalami cedera hingga ke kick off El Clasico. Itu bukan periode yang singkat bagi seorang pemain untuk bisa langsung nge-tune dengan timnya. Bahkan untuk Lionel Messi sekalipun.

Messi adalah tipe pemain yang bisa mengatasi tekanan. Gol-golnya di El Clasico membuktikan itu. Ada delapan gol dia lesakkan ke gawang Madrid dalam 15 pertemuan liga di Santiago Bernabeu.

Yang kemudian jadi pertanyaan adalah apakah Messi akan bisa langsung turun di laga dengan tensi setinggiEl Clasico. Apalagi Barcelona kini tetap oke meski tanpa superstarnya. Barca kini ada di puncak klasemen La Liga dengan keunggulan tiga poin dari Madrid.

Kedatangan Messi jelas akan menambah kekuatan Barcelona. Tapi itu mungkin akan bica dicoba dilakukan pekan depan.

No Messi, No Problem

Meski pada awalnya kehilanggan Messi dikhawatirkan akan menjadi pukulan berat, Luis Enrique dan skuat Barcelona ternyata beradaptasi dengan sangat baik tanpa bintang asal Argentina itu. Dengan skuat yang ‘seadanya’ – karena banyak pemain Barca yang lain cedera – Barca kini bertengger di puncak klasemen.

Rekor Barcelona di La Liga saat Messi absen adalah W5 L1, dengan selisih gol 15-6. Terimakasih pada Luis Suarez dan Neymar yang memborong gol-gol Barca di La Liga dalam periode tersebut.

Selain mematikan di lini depan, Barca juga solid di lini lainnya. Sergio Busquets telah kembali ke penampilan terbaiknya di lapangan tengah, sedangkan barisan belakang juga kian kokoh dan makin jarang ada gol bersarang di gawang. Dalam empat pertandingan terakhir di semua kompetisi, Barca mencatatkan empatclean sheet.

Dalam hampir satu dekade terakhir Barcelona selalu membangun permainan berdasarkan Messi. Tapi tanpa Messi dalam dua bulan ini, permainan Barcelona tetap mengalir lancar.

Tanpa Messi, kehidupan di Barcelona berjalan dalam kondisi normal: terus menang, bikin banyak gol, dan meyakinkan di belakang.

Demi Neymar

Suarez dan Neymar terus menjaga keran gol Barcelona tetap terbuka lebar selama Messi absen. Adalah Neymar yang penampilannya menunjukkan peningkatan paling signifikan selama Messi tidak ada di atas lapangan.

Neymar disanjung bermain lebih matang, dan telah mengikis banyak egoismenya. Bersama Andres Iniesta, Neymar disebut menjadi jiwa permainan Barcelona dalam beberapa pekan terakhir. Meski memiliki gaya main yang berbeda dengan Messi, Neymar berhasil mengisi tempat yang kosong sepeninggal Messi.

“Itu luar biasa. Misalnya, saat salah satu mencetak gol dan yang lain tidak bikin gol. Neymar, waktu itu, memberikan penaltinya untuk Luis Suarez. Saat Anda melihat sikap seperti ini, itu punya arti besar karena satu-satunya masalah jika Anda bersama pemain sebesar mereka maka itu adalah soal ego,” ucap Gerard Pique dalam wawancaranya dengan Telegraph beberapa waktu lalu.

Senjata dari Bangku Cadangan

Pilihan terakhir yang bisa diambil Enrique jika dia terpaksa harus memainkan Messi adalah sebagai pemain pengganti. Messi bisa jadi kejutan tak menyenangkan untuk Real Madrid di babak kedua, jika di paruh pertama Suarez dan Neymar gagal memberikan apa yang diharapkan.

Di musim ini Messi sudah pernah menjadi penyelamat Barca dari bangku cadangan. Itu terjadi dalam lawatan ke Atletico Madrid di awal September.

Enrique tidak memainkan Messi sejak menit pertama karena dia baru kembali dari membela timnas Argentina. Messi yang masuk lapangan di menit 60 (menggantikan Ivan Rakitic) mencetak gol penentu kemenangan di menit 77. Barca pulang membawa keunggulan 2-1.

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>