Published On: Mon, Jun 5th, 2017

Klaim Golkar Final, Assagaff Dikritik

Share This
Tags

Ketua DPD Golkar Maluku, Said Assagaff mulai tak percaya diri di beringin. Takut, direbut figur lain, dia mengklaim Golkar tidak buka pendaftaran calon Gubernur Maluku, cukup calon Wagub. Benarkah?

DPD Golkar Maluku bertekad tidak membuka daftar pencalonan gubernur Maluku di Pilkada 2018, mendatang. Golkar hanya membuka pendaftaran untuk calon Wakil Gubernur Maluku.

Tidak dibukanya pendaftaran bagi calon gubernur lain untuk berkompetisi merebut “tiket” partai beringin ini disebabkan, Ketua DPD Golkar Maluku, telah mengklaim rekomendasi partai besutan Setya Novanto telah mencalonkan dirinya.

“Yang pertama, untuk calon Gubernur kemungkinan besar tidak dibuka, karena sudah ke saya. Kenapa harus buka,”kata Assagaff saat dikonfirmasi wartawan usai pelantikan 25 pejabat eselon II, III dan IV di kantor Gubernur Maluku, Ambon, Sabtu (3/6).

Hanya saja, ucapan Assagaf tersebut hanya sekedar klaim. Bagaimana tidak, kepastian klaim Assagaf tersebut keputusan Ketuam Golkar Setya Novanto, yang kini masuk daftar cekal bepergian ke Luar Negeri oleh KPK.

“Saya ingatkan bahwa keputusan dibuka pendaftaran calon gubernur atau tidak, nantinya akan diputuskan setelah saya bertemua Ketua Umum, Pak Setya Novanto. Nanti setelah bertemua Pak Ketum baru saya putuskan,” tegas Said Assagaf yang juga Ketua DPD Golkar Maluku ini.

Kendati begitu, Assagaff hanya memastikan, Golkar bakal membuka pendaftaran menjaring balon Wakil Gubernur Maluku. Sejumlah balon Wagub yang telah mendaftar di PDI Perjuangan, tambah dia, berlomba-lomba mendaftar di Golkar.

“Masa kita tidak mau buka pendaftaran. Banyak orang yang mau masuk. Kemungkinan juga wakil yang daftar di PDI Perjuangan, mau daftar sebagai Wakil di Golkar, bisa kan,”paparnya.

Yang pasti, lanjut dia, setelah kembali dari Jakarta, 12 Juni 2017 mendatang, Golkar akan membuka pendaftaran balon Wagub. “Pembukaan pendaftaran balon Wakil Gubernur Maluku, dilakukan setelah saya kembali,”ucapnya.

Pernyataan Assagaff tentang Golkar tidak membuka pendaftaran bagi balon Gubernur, menuai kritik dari kader Golkar Kota Ambon, Corneles Lakotany. Dia mengaku, Golkar dengan jargon partai moderen dan transparan mesti terbuka membuka pendaftaran.

“Sebagai partai besar, Golkar yang menyatakan diri sebagai partai moderen, mesti  buka pendaftaran,’’harap Lacotany ketika menghubungi Kabar Timur, kemarin.

Mantan Sekretaris DPD Golkar Kota Ambon ini mencontohkan, PDI Perjuangan yang selama ini mengutamakan kader, telah membuka pendaftaran bagi umum. “PDI Perjuangan saja buka pendaftaran. Masak Golkar tidak.  Ada apa ini,’’tanya dia.

Ketika ditanya, apakan Golkar tidak membuka pendaftaran bagi balon Gubernur, menandakan Assagaff takut Golkar direbut figur lain. “Ada sinyalamen kearah itu. Tapi, menurut  saya buka pendaftaran saja. Toh DPP Golkar akan putuskan,’’ingatnya.

Apalagi, ingat dia, peraturan KPU mewajibkan partai politik transparan dalam proses penjaringan kepala daerah dan wakil kepala daerah. “Nah, kalau tidak transparan, bisa dikenai sanksi. Dan ini bahaya,’’pungkasnya. (Kabartimur)

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>