Published On: Mon, May 29th, 2017

Komisi A: Awasi Ketat Rekruitmen Anggota Polri

Share This
Tags

Proses seleksi anggota Polri tahun 2017 di Polda Maluku masih berlangsung, dan  sudah memasuki tahap kesamaptaan jasmani. Komisi A DPRD Maluku meminta tim Saber Pungli untuk mengawasi ketat proses rekruitmen tersebut. 

Langkah ini harus dilakukan, sebab isu suap  ataupun uang pelicin selalu me­warnai setiap rekruitmen anggota Polri. 

“Dalam proses penerimaan anggota Polri yang baru, tim Saber pungli harus melakukan pengawasan secara intens dan ketat terhadap seluruh tahapan tes seleksi yang akan diselenggarakan oleh Polda Maluku,” kata Sekretaris Komisi A DPRD Maluku, Amir Rumra kepada Siwalima, Sabtu (27/5).

Menurut Rumra, pengawasan ketat harus dilakukan, karena selama ini opini yang berkembang di masyarakat saat penerimaan anggota Polri selalu dibarengi dengan suap.

“Selama ini kan opini negatif yang berkembang di masyarakat tentang penerimaan calon Polri dilakukan dengan cara pendekatan suap menyuap. Entah itu benar atau tidak, yang pasti itulah opini yang ada di masyarakat,” ujarnya.

Olehnya itu, tim Saber Pungli yang sudah dibentuk harus mengawasi secara ketat proses penerimaan anggota Polri.

“Satu-satunya cara untuk menghi­langkan opini itu, yaah tim Saber Pungli harus tegas dalam melakukan penga­wasan,” tandas Rumra.

Jika ada yang kedatapan melakukan pungli atau menerima suap, Rumra minta ditindak tegas.

“Kalau tidak ada pungli maka lulusan anggota Polri itu berkualitas dan mampu menjalankan tugas dengan maksimal,” tandas politisi PKS ini.  

Tindak Tegas

Kabid Humas Polda Maluku, AR Tatuh menegaskan, proses rekruitmen anggota Polri berjalan terbuka atau transparan. Jika kedapatan suap akan ditindak tegas.

“Hasil tes setiap tahapan langsung diumumkan dengan nilai sehingga sudah sangat transparan. Tapi kalau ditemukan ada praktik suap pasti diproses dan resiko akan ditanggung sendiri. Untuk itu kepada para orang tua casis atau peserta tes tidak mudah percaya,” ujarnya.

Mantan Kapolres MTB ini mengatakan, tim saber pungli tetap mengawal setiap tahapan seleksi.

Ia menjelaskan, peserta yang mengikuti taruna Akpol sebanyak 18 orang dan masih mengikuti seleksi. Bintara sebanyak 480, dan tersisa 452 peserta. Polwan sebanyak 86 orang dan masih mengikuti proses seleksi. Tamtama sebanyak 219 orang, dan juga masih dalam proses.

Sebelumnya Kabag Dalpers Polda Maluku, AKBP Andre Sukendar menga­takan, penerimaan Polri tahun 2017 berlangsung transparan dan bebas pungli. Alasannya, proses seleksi diawasi ketat secara internal maupun eksternal.

“Pengawasan seluruh tahapan pemeriksaan dari internal kami inspektorat pengawasan Propam, eksternal kita melibatkan instansi terkait LSM dan media dan tim saber pungli, kita sudah koor­di­nasi sama-sama pemantauan peme­rik­saan,” kata Sukendar kepada Siwalima, di Mapolda Maluku, Jumat (24/3) lalu.

Andre yang juga sekretaris panitia penerimaan Polri tahun 2017 ini menjelaskan, tahun ini Polda Maluku mendapat kuota untuk Akpol 8 orang, Bintara 226 dan Tamtama 11 orang.

Andre kembali mengatakan, peng­awasan seluruh tahapan diawasi ketat, sehingga harapan masyarakat untuk penerimaan Polri transparan dan objektif akan terwujud.

“Menjadi tugas kewajiban kami kita melaksanakan tanpa dipungut biaya apapun dengan barbagai upaya untuk mecegah segala bentuk pungli. Kita melakukan upaya menghimbau lapisan masyarakat kemudian kepada calon siswa, orang tua dan kita juga mengundang beberapa elemen masyarakat instansi terkait LSM, media, tokoh masyarakat agar membantu kami sama-sama membantu kami,” ujarnya.  (Siwalima)

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>