Published On: Thu, Feb 8th, 2018

Komisi IV DPR Bantu Nelayan Aru

Share This
Tags

Komisi IV DPR RI kunjungan kerja ke Kabupaten Kepulauan Aru, Rabu (7/2). Di bumi Jargaria itu Komisi IV membagikan kapal ikan berbagai ukuran dan alat tangkap ikan kepada nelayan.

Komisi IV dipimpin Wakil Ketua Komisi, Michael Wattimena. Sejumlah Direktur Kementerian Kelautan dan Perikanan ikut dalam rombongan. Setibanya di bandara Dobo, tim Komisi yang didampingi Bupati Kepulauan Aru, Johan Gonga disambut Forum Koordinasi Pimpinan Daerah dan sejumlah pimpinan SKPD.

Selanjutnya, rombongan menuju pelabuhan perikanan Ngamar. Di lokasi itu, wakil rakyat ini menyerahkan bantuan puluhan kapal tangkap ikan berbagai ukuran, alat tangkap dan pemberian klaim asuransi kepada nelayan. Komisi IV juga sempat melakukan dialog dengan para nelayan.

Michael Wattimena mengatakan, sejak Aru dimekarkan tahun 2003 lalu, belum satu pun Komisi DPR berkunjung di daerah itu. Padahal, ingat politisi Demokrat dari daerah pemilihan Papua Barat itu, potensi perikanan di Aru begitu besar. “Coba bayangkan Aru memberikan kontribusi besar di bagi negara lewat sektor perikanan,” puji Wattimena.

Kata dia, tupoksi Komisi IV adalah memberikan fasilitas yang terbaik bagi daerah termasuk di kepulauan Aru. “Sebanyak 2,3 persen produksi Ikan Tuna dan Ikan Cakalang dari Aru memberikan sumbangan bagi negara ini. Tapi masih saja masyarakatnya miskin terutama para nelayan,” ujarnya prihatin.

Untuk itu, kehadiran mereka di Kepulauan Aru guna melihat langsung potensi perikanan dan mendengarkan aspirasi nelayan, sehingga saat rapat dengar pendapat dengan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti memperjuangkan fasilitas infrastruktur, melindungi dan memberdayakan para nelayan.

“Intinya bagaimana meningkatkan kesejahteraan para nelayan,” tegas Wattimena.

Soal alat tangkap cantrang yang saat ini menjadi perhatian pemerintah, kata Wattimena, alat tangkap cantrang di pantai utara Jawa tidak digunakan di laut Arafura. “Jadi tidak ada (penggunaan cantrang) juga di laut Banda dan laut Seram. Semua fasilitas yang ada sangat memungkinkan untuk masyarakat nelayan yang melaut mendapatkan hasil yang signifikan,” paparnya.

Hanya saja, sebut dia, dengan hasil tangkapan ikan yang signifikan khususnya nelayan tradisional dan pesisir mesti mendapat perhatian. “Banyak ikan didapat tapi tidak ada manfaat karena tidak memiliki tempat penyimpanan ikan. Ini juga menjadi catatan kritis kita untuk kembali memperjuangkan nelayan di Aru khususnya dan di Maluku pada umumnya,” jelas Wattimena yang akrab disapa Bung Michael Wattimena (BMW) ini.

Tak hanya itu, ketika dialog ada kecemburuan para nelayan terhadap kapal penangkap ikan berukuran besar, Wattimena menegaskan, Direktur Riset dan SDM Kementrian Kelautan dan Perikanan telah menyampaikan bahwa akan melakukan kerja sama dengan navigasi.

“Dihimbau kepada kapal-kapal agar kapal dengan gros ton besar tidak masuk di area nelayan gros ton kecil,” kata BMW.

Dia menyebut, jika 12 mil laut diperbolehkan bagu kapal 30 gros ton. Kendati begitu BMW mengingatkan, kapal dengan kapasitas 30 gros ton tidak beroperasi di area nelayan tradisional.” Jika ada yang melanggar akan ditindas dengan badan badan yang ditunjuk,” tegasnya.

Bupati Kepulauan Aru, Johan Gonga sangat mengapresiasi kunjungan tim Komisi IV. “Atas nama rakyat Aru kami sangat berterima kasih atas kunjungan Komisi IV. Ini kunjungan pertama para wakil rakyat dari pusat (Jakarta ke Aru). Semoga kunjungan ini bermanfaat bagi para nelayan di Aru,” kata Gonga.

Dia mengaku, selama ini pihaknya sangat kesulitan menjawab permintaan nelayan melalui pengajuan proposal karena keterbatasan anggaran. “Kita berharap ada sharing anggaran antara kabupaten, provinsi dan pusat. Kalau ini dilakukan saya optimis permintaan para nelayan untuk kapal dan alat tangkap bisa direleasasikan,” sebutnya.

Soal potensi perikanan yang dimiliki Aru sangat luar biasa tapi minim pemasaran, Gonga mengakui, jika di Dobo pemasaran ikan masih terjangkau. “Namun 10 kecamatan yang lain butuh penampung ikan,” pungkasnya. (Kabar Timur)

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>