Published On: Sat, Dec 16th, 2017

Korupsi GSC Malteng, Natalia Tuntut Terdakwa Lain

Share This
Tags

Kuasa Hukum Natalia Moningka, terdakwa perkara korupsi program PNP-Mandiri Gerakan Sehat Cerdas (GSC) senilai Rp 1,7 miliar menyatakan akan meminta fasilitator kecamatan, Ahmad, dijadikan tersangka di Pengadilan Tipikor Ambon.

“Karena Ahmad memberikan keterangan palsu di persidangan. Hukumannya bisa di atas lima tahun,” kata Marzel Hehanussa kepada Kabar Timur, Kamis kemarin.

Marzel menuding fasilitator kecamatan gerakan PNPM di Kecamatan TNS Kabupaten Maluku Tengah itu telah memberikan kesaksian palsu. Di persidangan sebelumnya, Ahmad mengaku telah menyampaikan dana sebesar Rp 70 juta kepada para anggota Pokja program GSC tersebut.

Tapi ternyata dari dua saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) di Pengadilan Tipikor, mengaku dana tersebut belum diterima. Dalam persidangan sebelumnya, Fasilitator Generasi Sehat Cerdas (GSC) di Kecamatan TNS, Kabupaten Malteng, Achmad, mengaku sudah menyerahkan dana sebesar Rp 70 juta kepada Bendahara Pokja, Santji Purmiasa.

Namun pernyataan Achmad dibantah tegas oleh Bendahara Pokja, Santji Purmiasa  saat menjawab pertanyaan Marzel Hehanussa. “Saya tidak pernah menerima uang itu dari Pak Achmad selaku Fasilitator GSC Kecamatan TNS,” beber Santji.

Nathalia Moningka ketika didampingi Marcel, menjelaskan Achmad menggunakan mobil yang dibelinya untuk jalan-jalan hingga ke Ambon. Alasannya untuk mencari calon pembeli mobil tersebut. Jika sudah terjual, uangnya akan dikembalikan untuk membayar dana GSC yang belum tersalurkan.

Nyatanya, Ahmad menggunakan mobil tersebut untuk keperluan pribadi selama lima bulan. Setiap habis dipakai, mobil ditaruh di kos-kosannya di kota Ambon. Menurutnya, masih ada dana sebesar Rp. 300 juta yang dimanipulasi oleh Achmad. “Mengenai uang Rp 300 juta itu beta masih harus tanya Natalia lagi,” ujarnya ketika ditanya soal duit yang tidak terungkap di BAP JPU Kejari Masohi itu.

Uang tersebut, menurutnya diduga bagian dari dana yang tak tersalurkan. Sementara ada bagian lain dari dana tersebut sebesar Rp 300 juta juga tidak jelas. Dia menduga Ahmad harusnya ikut bertanggungjawab. Tapi Jaksa Kejari Masohi, menjadikan kliennya Natalia Moningka satu-satunya tersangka.

Sidang perdana perkara korupsi dana PNPM Generasi Sehat Cerdas dengan terdakwa  Natalia Moningka sesuai rencana akan digelar hari ini, Kamis (26/10) di PengadilanTipikor Ambon. Kejaksaan Negeri (Kejari) Masohi, menetapkan status status Natalia Moningka tersangka pada 18 Mei 2017 lalu.setelah memeriksa19 saksi dan pihak-pihak terkait lainnya.

Modus yang dipakai oleh terdakwa waktu itu adalah pemalsuan tandatangan ketua tim fasilitator Kecamatan program GSC PNPM dimaksud. Hasilnya dana miliaran rupiah berhasil dicairkan oleh Natalia.

Dana itu sebagian disalurkan untuk membiayai program GSC di 18 Desa di Kecamatan TNS  Waipia  dan sebagian besar tidak disalurkan. Setelah Jaksa Pidsus Kejari Masohi  melakukan penyelidikan dan penyidikan ternyata dari total dana Rp.2,4 miliar tersebut, sebanyak Rp1,8 miliar digunakan untuk kepentingan sendiri.

Antara lain untuk biaya pernikahan dirinya  sebesar Rp 400 juta, membeli tiga unit mobil, sebidang  tanah dan membuka dua kios sembako di pasar Terminal TNS Waipia. Akibat perbuatan tersangka sejumlah program bantuan pendidikan dan pelayanan kesehatan di Posyandu pada Kecamatan TNS Waipia saat ini mandeg.

Mandegnya program GSC, dikarenakan rekening GSC untuk Kecamatan TNS Waipia sementara ini di tahan oleh Instansi fertikal di Provinsi Maluku yang membawahi program GSC dimaksud. Tersangka Natalia Moningka dikenakan Pasal 2 dan 3 Undang-undang Tipikor dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.(Kabartimur)

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>