Published On: Wed, Nov 29th, 2017

Korupsi ‘Pantai Namlea’ Kejati Bidik Calon Tersangka

Share This
Tags

Korps Adhyaksa memperlihatkan gerak maju dalam penanganan perkara dugaan korupsi Pantai Namlea. Setelah memeriksa banyak saksi di dua tempat berbeda, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku mulai mengambil ancang-ancang. Membidik calon tersangka korupsi proyek senilai Rp 4,9 miliar itu.

Namun Kasipenkum Kejati Maluku Samy Sapulette tidak memastikan kapan itu dilakukan. Dia hanya menyebutkan, tim penyidik akan lebih dulu mengevaluasi hasil penyidikan perkara ini. Setelah evaluasi, barulah tim penyidikan Kejati merencanakan gelar perkara atau ekspos. Dalam ekspos, Samy menyatakan, kemungkinan calon tersangka dibidik.

“Bisa, bisa. Mungkin. Dalam ekspos akan dilihat (calon tersangka) itu. Tapi dilakukan setelah evaluasi hasil penyidikan perkaranya dulu,” jawab Samy dihubungi melalui telepon seluler, Selasa (28/11).

Terhadap pemeriksaan lanjutan anggota DPRD Kabupaten Buru asal Partai Golkar Sahran Umasugy, Samy tetap pada keterangan sebelumnya. Bahwa tim penyidikan Kejati mengganggap pemeriksaan lanjutan tidak diperlukan. “Untuk sementara kami menganggap pemeriksaan dua kali terhadap SU itu sudah cukup,” tandas Samy.

Sahran Umasugy sebelumnya menjalani pemeriksaan. Oleh tim penyidikan Kejati Maluku dia diperiksa dua kali. Tapi di tengah perjalanan, dia meminta pemeriksaan ditunda dua hari kemudian dengan alasan sakit.

Tapi jelang pemeriksaan lanjutan, dia melayangkan surat sakit ke Kejati. Tapi sebelum Kejati mengagendakan pemeriksaan lanjutan berikutnya sebuah ‘surat sakti’ dilayangkan Sahran. Dia meminta ijin belum bisa diperiksa karena sibuk dengan agenda dewan di DPRD Kabupaten Buru.

Lebih jauh Samy mengungkapkan, satu lagi pemeriksaan saksi lanjutan. Berinisial HW berperan selaku konsultan perencana. Dia diperiksa dari pukul 10.00 Wit hingga pukul 14.00 Wit oleh Jaksa Adam Saimima.

Terkait pemeriksaan itu, Samy menjelaskan penanganan perkara ini, tim jaksa tengah fokus pada penyediaan dokumen untuk disampaikan ke BPK RI. Karenanya masih ada sejumlah saksi bakal diperiksa. “Setelah dokumen itu siap akan segera diserahkan ke BPK Perwakilan Provinsi Maluku untuk kepentingan audit penghitungan kerugian keuangan negaranya,” jelas Samy Sapulette.

Sekadar tahu, dalam perkara ini Sahran Umasugy merupakan kontraktor pelaksana dan pemilik CV Aego Media Pratama. Perusahaannya menggarap proyek reklamasi Pantai Namlea di tahun 2015-2016 dengan nilai Rp 4,9 miliar yang didanai APBN. Tapi di lapangan pekerjaan tak tuntas diselesaikan.

Tiang pancang untuk pembangunan dermaga Pantai Namlea, banyak yang belum terpasang. Dari 300 tiang yang direncanakan, hanya 130 tiang diorder dari suplier Jakarta, itu pun tidak semuanya berdiri sesuai RAB.

Padahal anggaran sebanyak Rp 4,9 miliar diperuntukan untuk pekerjaan pemancangan tiang dan penimbunan kawasan Pantai Merah Putih Namlea. Tapi pemancangan tiang tidak dikerjakan tuntas, tapi dilaporkan rampung 100 persen.

Sebut saja pekerjaan utama pemancangan tiang untuk mengganti pondasi talud sepanjang 140 meter. Tapi tidak dikerjakan. Tidak ada tiang yang dipasang. Malah pekerjaan diganti dengan menimbun batu dari buangan bandara Namniwel di Desa Sawa.

Padahal pekerjaan pemancangan tiang sendiri dari data pelelangan, menghabiskan anggaran sebesar Rp 2,6 miliar. Anggaran tersebut untuk pemancangan tiang berdiameter 60 centimeter untuk 300 tiang.

Timbunannya juga yang seha-rus-nya memakai tanah pilihan. Tapi namun diganti dengan limbah buangan yang diambil dari bandara Namniwel Sawa.Jika dihitung, total keseluruhan pekerjaan reklamasi pantai dan tiang pancang hanya menghabiskan Rp 1 miliar dari total kontrak senilai Rp 4,9 miliar. (Kabartimur)

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>