Published On: Fri, Mar 20th, 2015

Korupsi Proyek Taman Kota – 5 Pejabat Pemkot dan 2 Kontraktor Dihukum 1 Tahun Penjara

Share This
Tags

435Sebanyak lima pejabat Pemkot Ambon dan dua kontraktor dihukum satu tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Ambon dalam sidang kasus korupsi proyek taman kota, Kamis (19/3).

Kelima pejabat pemkot tersebut adalah Kepala Inspektorat, Jacky Talahatu; Kadis Kebersihan dan Pertamanan, Morits Robert Lantu; Pejabat Pembuat Komtimen (PPK), Daniel Souhoka; staf Inspektorat Audy Tuahattu dan Agustinus Pattilea­monia. Sementara dua kontraktor tersebut, yaitu Edmon Saiya dan Hendrik Matahurilla.

Sidang dipimpin majelis hakim yang diketuai Halijah Wally, Abadi dan Eddy Sepjengkaria.

Saat dibacakan hakim ketua, Halijah Wally ada hal yang aneh dengan putusan terhadap Kepala Inspektorat, Jacky Talahatu dan dua stafnya, Audy Tuahattu dan Agus­tinus Pattileamonia

Entah salah ketik atau tidak, dalam amar putusan Talahatu, Tuahattu dan Agustinus Pattileamonia dinya­takan tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah dalam kasus korupsi proyek taman kota, seba­gaimana didakwakan dalam dakwaan primair dan subsidair. Tetapi mereka tetap dijatuhi hukuman.

Dalam amar putusannya, Halijah Wally mengatakan, satu, para ter­dakwa tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah korupsi dalam proyek taman kota dan oleh karenanya membebaskan para ter­dakwa dari dakwaan primair.

Dua, menyatakan para terdakwa tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah korupsi proyek taman kota sebagaimana dakwaan subsider, dan oleh karenanya para terdakwa dihukum satu tahun pen­jara potong masa penahanan, denda 50 juta subsider 2 bulan kurungan.

Tiga, memerintahkan kepada JPU untuk mengembalikan uang terdak­wa Jacky Talahatu yang disita se­besar Rp 60 juta kepada yang ber­sangkutan, begitupun uang yang disita dari Audy Tuahatu sebesar Rp 40 juta dikembalikan kepada yang bersangkutan dan juga Agustinus Pattileamonia uang yang disita sebesar Rp 40 juta untuk dikem­balikan juga kepada yang bersang­kutan dan membebankan biaya perkara sebesar Rp 10 ribu kepada para terdakwa.

Vonis majelis hakim ternyata lebih ringan dibandingkan tuntutan JPU yang menuntut tiga terdakwa terse­but dengan hukuman 1,6 bulan kurungan, denda 50 juta subsider empat bulan kurungan.

Empat terdakwa lainnya yakni Morits Robert Lantu, Daniel Sou­hoka, Edmon Saiya dan Hendrik Matahurilla juga divonis satu tahun penjara dipotong masa penahanan, denda Rp 50 juta subsider dua bulan kurungan.

Mereka dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah ko­rupsi dana proyek taman kota.

Majelis hakim mengatakan, para terdakwa terbukti melanggar pasal 9 UU Nomor 31 tahun 1999 jo UU Nomor 20 tahun 2011 tentang pemberantasan Tipikor jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP sebagaimana dakwaan subsidair.

Vonis tersebut lebih ringan di­bandingkan tuntutan JPU yang me­nuntut terdakwa dengan hukuman 1,6 tahun penjara subsider 4 bulan kurungan.

Usai mendengar pembacaan putusan, ketujuh terdakwa belum me­nyatakan sikap menerima putu­san hakim. Para terdakwa menyata­kan masih pikir-pikir. Hal yang sama juga disampaikan JPU kepada majelis hakim.

Untuk diketahui, JPU Juneth Pattiasina dan kawan-kawan dalam dakwaannya menjelaskan, Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Ambon mendapatkan alokasi dana dari APBD-P Kota Ambon Tahun 2012 untuk pekerjaan Taman Kota Ambon yang dibagi untuk empat lokasi yakni Desa Laha, Desa Ha­long, Desa Galala dan Desa Passo senilai Rp 1.338.012.550.

Untuk melaksanakan pekerjaan tersebut, diangkatlah terdakwa Daniel Souhoka selaku PPK oleh Kadis Pertamanan Kota saat itu J. Tepalawatin.

Setelah terdakwa Morits Lantu diangkat sebagai Kadis Kebersihan dan Pertamanan menggantikan J Tepalawatin, koordinasi dalam rang­ka pekerjaan proyek itu dilanjutkan antara terdakwa Souhoka dengan terdakwa Morits Lantu.

Souhoka kemudian memanggil Direktur CV Al-Kudrat, Abdullah Siyauta (almarhum juga terdakwa), Direktur CV Berkala Sentosa, Edmon Saiya, Direktur CV Mahesa Hendrik Matahurilla (ketiganya terdakwa) dan Direktur CV Menara Tiga, Edward Loppies untuk mengerjakan proyek dimaksud.

Terdakwa Edmon Saiya menger­jakan pekerjaan proyek Taman Kota di Desa Halong dengan nilai kontrak Rp 266.785.000. Sedangkan sedang­kan Hendrik Matahurilla menger­jakan proyek yang sama  tahap I di Desa Laha dengan nilai kontrak Rp 334.740.000 dan tahap II juga di Desa Laha dengan nilai kontrak Rp383.620.000.

Edward Loppies mengerjakan proyek pengadaan taman kota di Desa Passo dengan nilai kontrak Rp 94.191.000 dan Galala I dengan nilai Rp 68.543.300. Sedangkan terdakwa  Abdullah Siyauta mengerjakan taman kota di lokasi Halong tahap I dengan nilai kontrak sebesar Rp 190.135.000.

JPU mengatakan,  ketika peker­jaan taman kota itu sudah selesai, Kadis Kebersihan dan Pertamanan, terdakwa Morits Lantu menyurati Inspektorat untuk memeriksa kegia­tan dimaksud.

Berdasarkan surat Kadis Perta­manan, terdakwa Jacky Talahatu mengeluarkan surat tugas kepada terdakwa Agustinus Pattileamonia dan terdakwa Audy Tuahattu untuk melakukan pemeriksaan pekerjaan taman kota di lokasi-lokasi yang disebutkan di atas.

Namun mereka hanya melihat fisik taman, namun tidak melihat volume pekerjaan dan tanaman, apakah se­suai dengan kontrak ataukah tidak.

Sementara terdakwa Jacky Tala­hatu selaku penanggungjawab pe­me­riksaan pekerjaan, sama sekali tidak pernah turun ke lapangan un­tuk melakukan pemeriksaan. Me­nurut JPU, hasil pemeriksaan fisik pekerjaan taman kota yang dilaku­kan para terdakwa sebagaimana dalam nota pengawasan, sangat bertolak bela­kang dengan hasil pemeriksaan lapangan yang dilakukan oleh ahli dari Politeknik Negeri Ambon.

JPU juga mengatakan, semua pekerjaan taman kota itu dilak­sanakan tanpa melalui proses tender. Dokumen tender serta kontrak dibuat setelah semua pekerjaan telah selesai dilaksanakan sebagai persyaratan pencairan dana.

Selain itu, dalam melaksanakan pekerjaan rekanan tidak pernah me­lihat isi kontrak dan bekerja sesuai arahan Daniel Souhoka selaku PPK. Akibat dari perbuatan para terdakwa negara dirugikan Rp 161.406.921. (S-32)

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>