Published On: Sat, Jan 23rd, 2016

KPK Geledah Tiga Lokasi di Ambon, Aseng Dicurigai “Terlibat”

Share This
Tags

kpkKPK mencurigai atau menduga ada jejak-jejak tersangka, juga dokumen terkait perkara yang harus didalami penyidik. Aseng merupakan salah satu pihak yang dicegah dalam kasus ini.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan di tiga lokasi di Kota Ambon. Penggeledahan terkait kasus suap proyek pembangunan jalan pada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR), di Pulau Seram Maluku.

“Saya ingin berikan informasi mengenai penggeledahan KPK di tiga lokasi di Ambon,” kata Pelaksana harian Kepala Biro Humas KPK, Yuyuk Andriati.

Penggeledahan pertama dilakukan di Kantor PT Cahaya Mas Perkasa di Jalan Diponegoro, Ambon. Selain itu, penyidik menggeledah rumah salah satu Direktur PT Cahaya Mas Perkasa yang bernama So Kok Seng alias Frangki Tanaya, alias Aseng di jalan WR Supratman, Ambon.

Penggeledahan juga dilakukan di Gedung Kantor Balai Pelaksanaan Jalan Jembatan Nasional (BBJJN) IX di Ambon. “KPK mencurigai atau menduga ada jejak-jejak tersangka, juga dokumen terkait perkara yang harus didalami penyidik,” ujar dia.

Aseng diketahui merupakan salah satu pihak yang dicegah dalam perkara ini. Perusahaan yang ia pimpin, PT Cahaya Mas, sering mengerjakan proyek dan jembatan di Balai Pelaksana Jalan Jembatan Nasional wilayah Maluku dan Maluku Utara.

PT Cahaya Mas disebut-sebut merupakan subkontraktor PT Windu Tunggal Utama, yang petingginya yakni Abdul Khoir menyuap anggota Komisi V DPR dari PDI-P, Damayanti Wisnu Putranti agar mendapatkan proyek.

Tiga kantor yang digeladah adalah: Kantor Balai Jalan dan Jembatan, Maluku dan Maluku Utara, Kantor PT Cahaya Mas Perkasa milik Pengusaha Frangky Tanaya alias Aseng, dan rumah milik yang bersangkutan.

Dari rumah Aseng di kawasan Tanah Tinggi Ambon, KPK menyita sejumlah dokumen yang diduga terkait proyek yang menyeret politisi PDIP dan bos PT Windhu Tunggal Utama Abdul Khoir.

“Kita terbagi dalam tiga tim. Satu tim di kantor ini (Aseng), dan satu tim dirumah (Aseng). Satu tim lainnya di Kantor Balai Jalanb,” ungkap Hendri Cristian Ketua Tim Pengeledahan KPK, menjawab wartawan usai mengeladah Kantor Aseng, Jumat, kemarin.

Kantor Aseng di lorong Mayang, Kota Ambon, digeledah sekitar pukul 09.10. WIT. Tim penyidik KPK dikawal aparat Brimob Polda Maluku senjata laras panjang. Mereka datang menumpang empat buah mobil. Kurang lebih tujuh jam, kantor bos Aseng digelendah tim lembaga super body ini.

Tidak hanya kantor, mobil milik istri Aseng bernomor polisi: DE 829 AD yang ada di kantor itu, tak luput digeledah Tim KPK. Pengeledahan baru berakhir pada pukul: 16.30.WIT, yang dipimpin Hendri Cristian.

Hendri Cristian, tidak menepis, pengeledahan yang dilakukan pihaknya ada kaitannya dengan operasi tangkap tangan (OTT), yang melibatkan anggota DPR RI, Damayanti. Apakah ini ada kaitanya dengan OTT? Cristian hanya mengaku singkat. “Oh..iya,” katanya sambil masuk ke dalam mobil.

Pantauan Kabar Timur di lapangan, berbagai dokumen yang disita KPK itu dipak dibeberapa kardus dan sebagian lagi diisi di dalam tas. Setelah melakukan penyitaan, para penyidik KPK itu kemudian keluar meninggalkan rumah tersebut dengan pengawalan ketat aparat Brimob bersenjata lengkap.

Para penyidik KPK ini pergi meninggalkan rumah Aseng dengan menggunakan tiga mobil Toyota Avanza yang telah terparkir di depan rumah tersebut. Ketiga mobil Avanza yang ditumpangi penyidik KPK itu bernomor polisi DE 648 AB, DE 1482 AF dan DE 999 SR.

Seorang kerabat Aseng dari Namlea yang enggan menyebutkan identitasnya mengaku saat penggeledahan dilakukan Aseng tidak berada di rumahnya. ”Pak Aseng tidak ada di sini saya tidak tahu kemana dia. Saya kesini hanya untuk mengambil barang saya. Jadi saya tidak tahu apa-apa,” katanya.

Ketua RW setempat Beny Pical yang ditemui usai penggeledahan di rumah Aseng juga mengaku kaget. Dia sendiri tidak mengenal Aseng sebagai warganya karena Aseng tidak pernah melapor baik di RT setempat maupun kepadanya. “Saya tidak kenal dia seperti apa, dia juga tidak pernah melapor kok,”ujar Pical.

DESAK USUT

Terpisah Ketua Komisi C DPRD Provinsi Maluku, Fredek Rahakbauw meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) agar mengusut tuntas dugaan korupsi dalam proyek jalan di Pulau Seram. “Kita berharap siapa pun di Maluku yang terlibat dalam kasus ini dapat diusut tuntas KPK,”kata Rahakbauw kepada wartawan, Jumat (22/1).

Dia mengungkapkan, keberadaan KPK di Ambon saat ini memberikan pukulan bagi setiap aparatur pengelola keuangan negara di Maluku. “Kalau boleh KPK jangan hanya turun sekali ini saja tapi sebaiknya berkali-kali biar jangan ada dusta di antara kita,” tambah dia.

Rahakbauw meminta agar penggeledahan yang dilakukan KPK jangan sebatas pada penyitaan dokumen semata. Dia berharap agar penggeledahan yang dilakukan KPK dapat menjerat pihak lainnya yang terlibat kasus tersebut.

“Jadi jangan turun untuk menyita dokumen saja, tapi pengusutannya juga harus dilakukan hingga tuntas, siapa pun yang terlibat harus diproses, jangan sampai balik ke Jakarta lalu hilang,” tegas Rahakbauw yang membidangi masalah infrastruktur itu.

“Jadi kami berharap dalam waktu singkat siapa pun yang terlibat kasus ini sudah dapat diungkap dan diproses hukum,” ujarnya.

Rahakbauw menambahkan, penggeledahan terkait kasus proyek bermasalah baru pertama kalinya dilakukan KPK di Maluku. (kabartimur-KTR/KTM)

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>