Published On: Tue, Mar 20th, 2018

KPU Tual Tetapkan 41.387 Pemilih Penuhi Syarat

Share This
Tags

KPU Kota Tual menetapkan 41.387 pemilih dari 30 desa dan 130 Tempat Pemungut Suara (TPS) pada lima kecamatan yang ada di Kota Tual yang telah memenuhi syarat dan dimasukan dalam Daftar Pemilih Sementara (DPS).

Hal ini disampaikan Ketua KPU Kota Tual Ibrahim Faqih dalam rapat pleno Penetapan Daftar Pemilihan Sementara (DPS) Walikota dan Wakil Walikota Tual, Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku Tahun 2018, yang dilaksanakan di Kantor KPU kota Tual, Kamis (15/3) malam.

Pleno dilaksanakan dalam bentuk presentase hasil tingkat kecamatan oleh masing-masing Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) yang disaksikan tim pemenang paslon, kepolisian, panwas serta ketua dan komisioner KPU Kota Tual.

Dari presentase hasil diketahui, total DPS di kecamatan Kur Selatan yang memenuhi syarat sebanyak 2.303 di 7 desa dan 10 TPS. Dengan rincian sebaran daftar pemilih atau form A-KWK sebanyak 2.695, terdapat pemilih baru 220, pemilih tidak memenuhi syarat (TMS) 612, dan perbaikan data pemilih 323. Sementara daftar pemilih yang belum memiliki E-KTP 127.

Selanjutnya Kecamatan Pulau-pulau Kur, total DPS yang memenuhi syarat 1.734 di 5 desa dan 5 TPS. Daftar pemilih yang diterima 1.677 dengan rincian pemilih TMS 201, pemilih baru 258 dan non E-KTP sebanyak 225.

Di Kecamatan Tayando Tam, total DPS memenuhi syarat se-banyak 4.876 dari 5 desa dan 10 TPS. Sebaran daftar pemilih yang diterima sebanyak 4.884, dengan rincian, pemilih TMS 510, pemilih baru 502, dan non E-KTP 270.

Kecamatan Dullah Utara, total DPS 11.090 dari 12.750 daftar pemilih yang di terima di 8 desa dan 28 TPS, dengan rincian pemilih TMS 3.656, pemilih baru 1.996, perbaikan data pemilih 4.664, non E-KTP 754

Sementara untuk kecamatan Dullah Selatan, total DPS sebanyak 11.090 dari 12.750 sebaran daftar pemilih yang diterima dari 8 desa dan 28 TPS, dengan rincian, pemilih TMS 3.656, pemilih baru 1.996, perbaikan data pemilih 4.664 serta non E-KTP sebanyak 754.

Ketua KPU kota Tual Ibrahim Faqih kepada wartawan usai kegiatan tersebut mengatakan, penetapan DPS adalah sinkronisasi sementara dimana angka tersebut sebagai acuan untuk penetapan DPT.

“Ini kan sifatnya sementara, untuk itu masih ada ruang untuk memperbaiki data ini di kemudian hari, tergantung masukan dan koreksi masrayakat maupun partai politik, atau tim pemenang, yang selanjutnya kita tampung untuk dijadikanbahan koreksi dari data itu sendiri,” jelas Faqih.

KPU Kota Tual sendiri, tambah Faqih, tetap mengacu terhadap Undang-Undang Pemilukada Nomor 10 Tahun 2016 yang isyaratnya menjelaskan, yang jadi pemilih harus memiliki E-KTP atau paling tidak ada surat keterangan domisili dari Disdukcapil setempat.

Permasalahan yang sering ditemukan disetiap pemilu, lanjutnya, yakni daftar pemilih. Ia mengharapkan, seluruh pihak untuk turut terlibat secara bersama-sama untuk melakukan sinkronisasi guna menyelesaikan data pemilih.

“Saya harapkan peran aktif dari masyarakat, tim pemenangan paslon, parpol maupun seluruh stakeholder untuk bersama-sama mensinkronkan, normalkan dan memperbaiki data pemilih kita, agar kedepan data pemilih tidak lagi menjadi masalah, ketika kita berbicara DPT, maka kita berbicara terkait hak warga negara untuk memberikan suara dalam pemilu,” tukasnya. (Siwalima)

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>