Published On: Thu, Dec 28th, 2017

Kroni Bupati Beraksi, 500 Ha Mangrove Namlea Binasa

Share This
Tags

Kerusakan lingkungan terus terjadi di Kabupaten Buru. Setelah hancur akibat aktivitas tambang ilegal di Gunung Botak, sekarang hutan mangrove seluas 500 hektar di wilayah pesisir dibabat habis. Pemda terkesan tutup mata.

Informasi yang dihimpun Kabar Timur, kawasan mangrove atau mange-mange yang vital untuk menahan abrasi pantai, maupun sumber kehidupan biota pesisir laut kini terancam.

Sedianya, haji Zubair hanya diberi ijin menggarap lahan seluas 40 x 50 di dua wilayah transmigrasi tapi usahanya itu merambah hingga 500 hektar.

“Bupati yang kasih ijin untuk Haji (Zubair). Wilayah Mako Air Tui deng Wai Bini belakang Marloso itu sudah hancur,” ungkap Iksan Umar, warga Namlea kepada Kabar Timur, Rabu (27/12) melalui telepon seluler.

Iksan Umar dari LSM Buru Watch ini mengungkapkan, lembaganya telah mengadukan Haji Zubair ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Namlea. Disebutkan institusi penegak hukum itu sedang melakukan penyelidikan. “Bupati nanti dapa panggel oleh kejaksaan,” kata Iksan Umar.

Konon, kata Iksan, Haji Zubair adalah orang dekat Bupati Buru Ramly Umasugi. Pengusaha yang lagi naik daun di daerah transmigrasi Buru ini bergerak di bisnis tambak ikan dan udang air payau.

Di Pilkada Buru lalu, sang haji adalah donatur utama bagi Ramli di momen politik lima tahunan tersebut. Tapi kedekatan haji Zubair, dimanfaatkan oleh kroni-kroni Bupati.

Ending dari semua ini, adik Bupati yakni Hasan dan Chen Umasugy diduga punya peran penting dalam proyek besar Haji Zubair. Akibatnya, bukan 40 x 50 meter persegi sesuai SIUP Bupati Buru, tapi areal yang dibabat habis lebih daripada itu, mencapai 500 hektar.

Entah apa pembabatan hutan mangrove di pesisir pantai terjadi dengan leluasa melebihi ijin Bupati. Apakah ada sistem bagi hasil atau apa itu, jelasnya menurut Iksan, dua kerabat dekat Ramli Umasugy itu memberikan andil yang besar bagi Haji Zubair.

Dia lalu menganalogikan kasus ini dengan yang dilakukan oleh kakak kandung mantan Bupati Seram Bagian Barat (SBB) yakni Remond Puttileihalat. Yang membabat hutan dengan modus jalan untuk masyarakat, tapi ternyata melanggar Undang-Undang kehutanan RI tentang Perlindungan Hutan.

“Nanti liat barang ini, akang bajalang sama deng SBB punya. Setelah Remon, Bob diusut dengan kasus lain. Tapi minimal yang di Buru, Bupati pasti dipanggil, karena antua yang kasih ijin. Ini sesuai informasi Kejaksaan,” kata Iksan. (Kabartimur)

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>