Published On: Fri, Feb 17th, 2017

LIPI Dokumentasikan Kondisi Awal Upwelling Laut Banda

Share This
Tags

Pusat Penelitian Laut Dalam – Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (PPLD – LIPI) berhasil mendokumentasikan kondisi awal terjadinya upwelling (naiknya massa air dari lapisan dengan kedalaman 70 meter ke permukaan) di Laut Banda dalam Ekspedisi Oseanografi yang dilaksanakan pada 5-15 Juni 2016 lalu.

“Pendokumentasian awal terjadinya upwelling di laut Banda tidak lepas dari perhitungan yang matang mengenai pemilihan waktu survei yang dapat mengindikasikan kondisi transisi dari pra-upwelling menuju fase awal terjadinya upwelling,” kata Peneliti PPLD-LIPI, Gerry G. Salamena di Ambon, Jumat (17/2).

Menurut beberapa literatur ilmiah di bidang fisika oseanografi, kondisi ideal untuk memicu upwelling akibat transport Ekman direpresentasikan oleh perubahan secara cepat kondisi permukaan perairan yang awalnya tenang dengan kecepatan angin permukaan sebesar lima m/s dan tinggi gelombang 0.5 meter, menjadi lebih beriak dengan kecepatan angin bisa mencapai sembilan m/s dan tinggi gelombang 2,3 tiga meter.

Guna bisa memprediksi kondisi ideal upwelling di laut Banda sebelum sampling upwelling dilakukan, PPLD-LIPI menggunakan model NOAA WAVEWATCH III yang mampu memberikan prediksi gelombang hingga 10 hari kedepan.

“Kami dapat mengetahui kondisi ideal upwelling di laut Banda sekitar 10 hari lebih awal sebelum proses tersebut terjadi. Dengan bantuan model ini, kami mengetahui bahwa tanggal 5 – 15 Juni 2016 merupakan interval waktu yang mencakup kondisi transisi sebelum upwelling dan kondisi awal upwelling, di mana pada 11 Juni adalah periode fase awal upwelling,” ujarnya.

Gerry mengemukakan bukti perekaman kondisi awal upwelling ini ditunjukan dengan profil salinitas yang diukur selama pelayaran oseanografi, mengindikasikan adanya gerakan massa air yang bergerak menuju ke permukaan, meskipun hanya berselang beberapa jam di tanggal 11 Juni 2016.

Di saat yang sama, peningkatan supplai nutrient di permukaan perairan juga dengan cepat terlihat, kendati sebelumnya cenderung minim saat upwelling belum terjadi.

“Konsekuensi instan dari fase awal upwelling di Laut Banda terhadap komunitas fitoplankton dapat dilihat dari kedalaman dimana konsentrasi fitoplankton maksimum menjadi lebih dangkal seiring naiknya massa air akibat upwelling,” katanya.

Menurut dia, upwelling di laut Banda terjadi pada saat berlangsungnya angin musim tenggara, yakni pada Juni hingga akhir Agustus. Fenomena alam tersebut diperkirakan berperan besar dalam menentukan produksi perikanan di sana.

“Tidak seperti studi-studi sebelumnya, pengamatan yang dilakukan oleh PPLD LIPI terkait proses awal upwelling di Laut Banda dapat dikatakan semacam live event, karena transisi dari kondisi pra-upwelling dan awal kondisi upwelling terekam dengan baik. Peralihan terjadi begitu cepat dalam hitungan 14 jam pada tanggal 11 Juni 2016,” tandas Gerry.(tribunmaluku)

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

BALAGU.COM - Berita Informasi Maluku