Published On: Thu, Dec 21st, 2017

Lolos, HEBAT “Kuda Hitam”

Share This
Tags

Setelah hitung ulang untuk memastikan jumlah E-KTP dan dukungan yang terkumpulkan, proses berikut yaitu, pemeriksaan administrasi harus dilalui.

Hitung ulang jumlah E-KTP yang berhasil dikumpulkan oleh pasangan calon independen Herman Koedoeboen-Abdullah Vanath (HEBAT), akhirnya dilakukan KPU Maluku, Rabu (20/12). Setelah tahap ini barulah tahap berikutnya, pemeriksaan administrasi dan verifikasi faktual lapangan dilakukan lembaga penyelenggara Pemilu itu.

Pantauan Kabar Timur, kemarin, penghitungan ulang di Kantor KPU Maluku lantai II untuk menindaklanjuti keputusan Bawaslu Maluku Nomor 001/PS/Bawaslu Maluku 31.00/XII/12017 tertanggal 16 Desember itu, dimulai sekira pukul 10.00 WIT. Setelah dibuka oleh Ketua KPU Maluku Rivan Kubangun sekira pukul 09.30 WIT.

Sekadar tahu, paslon HEBAT berdasarkan SILON 2 KWK, yang dimasukan 26 November 2017 lalu, dukungan EKTP tercatat sebanyak 165. 510. Tapi dalam penghitungan soft copy, KPU hanya menyebutkan cuma 99.203 E-KTP yang dianggap sah. Belum memenuhi persyaratan minimal untuk jalur perseorangan, yakni 128.095 ribu, atau 10 persen dari jumlah pemilih Maluku tahun 2014.

Hal itu lalu dikomplen ke Bawaslu. Setelah “sidang” antara KPU dan kubu HEBAT di Bawaslu, keberatan satu-satunya paslon jalur perseorangan Pilgub Maluku itu akhirnya dikabulkan penyelenggara Pemilu tersebut.

Mengomentari hitung ulang di KPU Maluku kemarin, Ketua Tim Sukses HEBAT Michael Paliama optimistis, kedua figur pasangan independen jagoannya itu lolos. Melenggang mulus ke ajang Pilgub Maluku 2018, setelah keberatan dikabulkan Bawaslu Maluku, hampir pasti telah di ambang mata.

“Artinya kita tak menolak jika pasangan HEBAT disebut kuda hitam di Pilgub. Karena memang dukungan terhadap kita luar biasa. Masyarakat ingin HEBAT ikut bertarung di Pilgub biar lebih ramai,” tandasnya kepada Kabar Timur di sela-sela hitung ulang oleh KPU Maluku itu.

Terkait hitung ulang di KPU dia mengaku berbagai kemungkinan sudah disiapkan matang. Termasuk dokumen cadangan E-KTP dan surat pernyataan dukungan masyarakat dari 11 kabupaten/kota. Paliama mengatakan, setelah tahap penghitungan oleh KPU selesai, jika jumlah dua dokumen itu belum memenuhi, pihaknya sudah siap menambahkan kekurangan yang terjadi.

“Karena kita sudah siapkan cadangannya, jumlah ada sekitar 50 persen dari yang sudah ada,” klaim Paliama

Menepis optimisme Tim HEBAT, Komisioner KPU Maluku Divisi Teknis La Alwi menyatakan tak bisa berandai-andai. Dia hanya menyebutkan setelah hitung ulang untuk memastikan jumlah E-KTP dan dukungan yang terkumpulkan, proses berikut yaitu, pemeriksaan administrasi harus dilalui.

Setelah itu, kata Alwi, masih ada tahap verifikasi di desa dan dusun pada 11 Kabupaten Kota. Kedua proses atau tahap yang disebut Alwi terakhir dinilai krusial atau bisa dibilang ketat.

Dijelaskan La Alwi, pada proses administrasi akan diteliti dengan cermat oleh KPU apakah nama pemilik E-KTP sesuai dengan dokumen terlampir atau tidak. Yakni berisi data pemilik kartu identitas dimaksud.

“Jadi di situ kita mencocokkan. Di KTP dia nama Alwi atau Jordan alamat Desa Gale-Gale. Namun di dokumen Alwi atau Jordan ternyata alamat desanya Latea atau Lisabata, berarti tidak sesuai, kita coret!” tegas Alwi memberi gambaran.

Demikian juga di proses verifikasi faktual jikalau pasangan HEBAT ini lolos tahap penghitungan jumlah, kemarin. Personil KPU yaitu anggota PPS Kecamatan akan turun di desa dan dusun.

“Nanti PPS akan turun cek Alwi atau Jordan di desa. PPS nanti tanya, Pa ini Pa pung nama betul? dan betul Pa kasih dukungan? ini pa pung tanda tangan? Alwi atau Jordan tadi bilang ah seng batul, bukan beta tanda tangan itu! PPS coret lagi. Jadi memang kita ketat,” kata komisioner bertubuh jangkung ini, masih memberi gambaran.

Terkait waktu yang diperlukan oleh KPU untuk menggelar hitung ulang, Alwi mengaku tidak pasti. Karena Bawaslu sendiri tidak mencantumkan tenggat waktunya bagi KPU.

Namun intinya, kata Alwi, tujuan daripada tahapan penghitungan jumlah E-KTP dan surat dukungan tersebut, berikut tahap administrasi dan verifikasi faktualnya adalah untuk menentukan ‘rekomendasi’ bisa diberikan kepada pasangan di jalur perseorangan ini atau kah tidak untuk mendaftar di KPU Maluku.

“Yaitu untuk mendapatkan dokumen BA.8.KWK Perseorangan. Itu syarat untuk daftar tanggal 8 Januari di KPU,” terang La Alwi.

Jelasnya, seluruh proses ini sudah harus selesai sebelum waktu pendaftaran di KPU, yakni tanggal 8-10 Januari 2019 mendatang. Jika ternyata hasil rekap bersih yang diperoleh tidak mencapai syarat minimal pasca hitung ulang ini, maka masih diberi ruang bagi HEBAT berproses. Yaitu, untuk memperbaiki jumlah dukungan yang kurang tersebut.

Tapi, kata Alwi syaratnya makin berat. Sesuai aturan, jalur perseorangan atau independen pasangan calon harus memenuhi kekurangan yang ada sebanyak dua kali dari jumlah kekurangan tersebut. (Kabartimur)

About the Author

-

Displaying 1 Comments
Have Your Say
  1. winda says:

    Boleh diinfo satu kontak wartawan Balagu.com untuk kami undang di acara BFI FInance di Maluku Tengah tanggal 17 Jan’18

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>