Published On: Thu, Jun 5th, 2014

Longsor Tutup Jalan Sultan Hasanuddin

Share This
Tags

longsor_tanjong_okokHujan yang mengguyur Kota Ambon beberapa hari terakhir menyebabkan terjadi tanah longsor di Jalan Sultan Hasanuddin, Batu Merah. Akibatnya, satu rumah warga terancam tertimbun longsoran tanah.

Peristiwa ini terjadi di RT 02/RW 010, Desa Batu Merah sekira pukul 20.00 WIT.

Longsor terjadi tepat dibelakang rumah keluarga Umar Marasabessy.

Kuat dugaan longsor terjadi karena tidak ada saluran air di kawasan tersebut.

Umar kepada Ambon Ekspres mengatakan, dia kaget ketika longsor terjadi.

Saat itu dia sedang tertidur di dalam rumahnya.

Dia kemudian mengevakuasi keluarga dan harta bendanya dari rumah yang sudah tidak bisa ditempati itu. “Kejadiannya sekitar selesai Sholat Magrib dan Sholat Isya.

Jadi dalam selang waktu beberapa jam, sudah 2 kali terjadi longsor,’’ ungkapnya.

Dia mengaku, setiap turun hujan, selalu merasa gelisah. Pasalnya, air hujan dari lereng diatas rumahnya akan turun bersama sampah karena tidak ada selokan yang dibuat oleh pemerintah.

‘’Jadi setiap hujan kita yang dibawah ini merasa paling menderita,” ungkapnya.

Dirinya berharap, Pemkot Ambon bisa melakukan pembuatan saluran-saluran air didaerah sekitar tempat tersebut.

Karena saat hujan, air akan turun mengikuti pinggiran rumah warga dan melewati setiap tangga yang menjadi jalan setapak warga setempat hingga membanjiri ruas jalan Jenderal Sudirman.

“Kami ini awalnya pengungsi dari Desa Kairatu sejak 1999 lalu.

Terus kami disuruh untuk menempati daerah ini untuk berdomisili.

Sejak saat itu pun juga belum ada bantuan apa-apa dari pemerintah hingga sekarang.

Setiap tahun warga sekitar resah dengan musim hujan yang berkepanjangan,” tandasnya.

Salah satu tokoh pemuda yang juga menjabat sebagai ketua RT sementara, Rijal Ahmad, merasa prihatin dengan kejadian itu.

Dia merasa sedih ketika melihat keluarga Umar mengevakuasi harta benda dalam keadaan hujan.

’’Kami berharap pemerintah tidak diam saja melihat peristiwa ini.

Harus ada bantuan dan perbaikan oleh pemerintah setempat.

Tahun lalu juga terjadi longsor yang mengenai rumah warga.

Pemerintah berjanji akan segera memperbaiknya.

Namun sudah setahun lamanya belum juga ada perbaikan atau ganti rugi berupa bantuan apapun dari pemerintah setempat,” tuturnya.

Sekira pukul 23.00 WIT, terjadi longsor susulan yang cukup besar hingga sebagian jalan Jenderal Sudirman tertutup tanah dan bebatuan.

Akibat longsor ini, ada seorang pengendara motor yang menjadi korban.

Pengendara ini diduga sudah sudah dalam keadaan mabuk karena sempat dihentikan warga agar tidak melintas namun tidak digubris.

Akibatnya dia menabrak longsoran tanah dan batu hingga terluka.

Pantauan koran ini, Rabu (4/6), warga sekitar sudah mulai membersihkan timbunan tanah bekas longsor.

Terlihat beberapa anggota Polantas berjaga-jaga untuk mencegah terjadinya kemacetan panjang.

“Warga mulai bekerja sekitar pukul 7 pagi. Staf dari dari Dinas Sosial, BNPB dan Pemkot Ambon sudah datang untuk meninjau lokasi longsor.

Mereka baru saja memberikan 3 buah tenda untuk dipasang menutupi daerah longsor agar jika hujan turun, tidak mengenai daerah longsor tadi,” kata Umar.

Dia berharap pemerintah tidak hanya meninjau, tetapi juga mencari jalan keluar untuk bagaimana proses selanjutnya.

“Jika pemerintah sudah meninjau lokasi tadi pagi, mudah-mudahan ada bantuan.

Karena dalam 1 rumah itu kita terdiri dari 2 KK. Kami sementara mengevakuasi harta benda kami ke rumah tetangga.

Karena semalam kami tidur di teras rumah tetangga,” ucap Umar. (ameks)

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>