Published On: Fri, Dec 18th, 2015

Menang Diatas Dua Persen, Tidak Digugat di MK

Share This
Tags

9b8a9e94515880aa764ec4577a4c1fbb_XLHasil Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) empat kabupaten di Maluku, yakni Kabupaten Buru Selatan, Kabupaten Kepulauan Aru, Kabupaten Maluku Barat Daya, dan Kabu­paten Seram Bagian Timur,  tidak dapat digugat di Mahkamah Konstitusi (MK), apabila selisih pe­rolehan suara antara pasangan calon yang ditetap­kan dan dimenangkan  KPU dengan pasangan ca­lon lainnya selisih suaranya diatas dua persen.

Penjelasan ini disampaikan staf pengajar Uni­versitas Darussalam Ambon Almudatsir Zain Sa­ngadji kepada Kabar Timur melalui telepone se­luler dari Jakarta, kemarin. Menurutnya  keten­tuan  tersebut diatur dalam Pasal 6 Peraturan MK Nomor 1 Tahun 2015 Tentang Pedoman Beracara Dalam Perkara Hasil Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota.

“Yang dapat diajukan gugatan PHPU di MK itu selisihnya 0,5 persen sampai 2 persen, tergantung dari jumlah penduduk. Jumlah penduduk kabu­paten sampai 250.000 selisih perolehan suara Pemohon harus 2 persen. Sedangkan jumlah penduduk kabupaten diatas 1.000.000 selisihnya 0,5 persen,” ungkap Sangadji.

Untuk empat kabupaten penye­leng­gara Pemilukada, lanjut dia, jum­lah penduduknya berada di bawah 250.000, sehingga pasangan calon yang ingin mengajukan per­mo­honan gugatan PHPU di MK, ha­rus memiliki selisih 2 persen dari pa­sangan calon yang dimenangkan KPU.

Dua daerah, yakni Buru Selatan dan Kabupaten Kepulauan Aru, su­dah dapat dipastikan tidak dapat da­jukan gugatan di MK. Sedangkan un­tuk Kabupaten Seram Bagian Timur dan Kabupaten Maluku Ba­rat Daya, meskipun pasangan Mukti Keliobas– Fachri Alkatiri dan pa­sa­ngan patahana Barnabas Orno–Oyang Noach masih me­nung­gu hasil pleno KPU, karena se­lisih perolehan suaranya belum dapat dipastikan.

“Johan Gonga dan Muin Sogal­rey dipastikan final sebagai pe­me­nang di Aru, sedangkan Tagop Sou­lisa dan Ayub Saleky di Bursel,” ujar dia. Sedangkan untuk SBT mes­kipun Mukti–Fachri unggul di da­erah Ita Wotu Nusa itu, namun hingga penetapan KPU SBT, me­reka harus memastikan selisih de­ngan pasangan Siti Umuriyah Suru­waky dan Sjafrudin Goo di atas dua persen.

“Begitu juga untuk pasangan Orno dan Oyang. Hal ini untuk me­mastikan bahwa hasil perolehan sua­ra mereka tidak lagi dapat digu­gat di MK,” tegas dia. .

Berdasarkan pleno perolehan suara di KPU Kabupaten Aru, pa­sa­ngan Johan Gonga–Muin So­gal­rey memperoleh 17.883 suara atau 39,10 pesen, nomor urut 2 Welhem  Kurnala–Azis Goin  meraih 10.120 suara (22,13 persen), nomor urut 3 Obet Barends–Eliza Darakay mem­peroleh 11.653 suara (25,48 per­sen), dan nomor urut 4  Abraham Gai­nau–Djafrudin Hamu berada pa­da urutan buncit dengan 4.075 suara (13,28 persen).

Untuk itu, tegas Almudatsir, khu­sus untuk Pemilukada Aru ka­re­na selisih perolehan suaranya de­ngan pemenang kedua cukup jauh, yakni sekitar 14 persen, maka tidak mung­kin lagi diajukan gugatan di MK. “Ini juga berlaku bagi Bursel, SBT dan MBD, apabila selisih pe­rolehan suara pemenang kedua di­atas 2 persen,” ungkap dia.

Menurut dia,  gugatan PHPU yang diajukan tidak sesuai krite­ria  selisih perolehan suara sebagai­ma­na diatur dan ditegaskan oleh Pera­turan MK Nomor 1 Tahun 2015, tidak dapat diuji MK, karena akan dinyatakan tidak dapat diterima.

“Untuk itu pasangan calon yang kalah alangkah baiknya tidak latah mengajukan gugatan PHPU di MK, apabila permohonannya tidak me­menuhi syarat, karena akan di­nya­takan tidak diterima oleh MK dan karenanya hanya membuang-buang waktu dan  biaya,” imbau dia.

Dia menuturkan syarat ini yang perlu diketahui supaya pasangan calon tak sembarangan menggugat sebab sudah ada aturan yang me­nga­tur tentang gugatan ke MK.  “Tak hanya tentang persyaratan jum­lah penduduk, Peraturan MK No­mor 1 Tahun 2015 juga mengatur wak­tu pengajuan permohonan ke Mah­kamah Konstitusi,” katanya lagi.

Dia menambahkan permohonan pemohon diajukan ke MK paling lambat 3×24 jam sejak KPU me­ngu­mumkan perolehan suara pe­milihan. “Jadi cuma ada waktu tiga hari sejak penetapan dan pleno oleh KPU, selebihnya gugatan tidak akan diterima,” katanya. (kabartimur)

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>