Published On: Mon, Oct 24th, 2016

Mendagri: 13 DOB Maluku Belum Bisa Dimekarkan

f436ced16f6125b8d2c50698c011ff8a_xlMendagri Tjahjo Kumolo me­nga­takan 13 daerah otonom baru (DOB) Maluku belum bisa dimekarkan pada 2016, karena belum adanya anggaran yang tersedia.

“Untuk tahun ini belum bisa karena konsentrasi anggaran kita belum ada, ada skala prioritas pembangunan na­sio­nal,” katanya, di Ambon, Sabtu.

Kendati belum bisa dimekarkan pada 2016, Tjahjo mengatakan 13 DOB yang telah direncanakan oleh pe­me­rintah Maluku harus tetap di­siap­kan, terutama koordinasi dan kon­solidasi antara wilayah yang akan dimekarkan dengan daerah induknya.

DOB di Maluku yang direnca­nakan untuk dimekarkan menjadi kabupaten baru, yakni Kepulauan Kei Besar, Kepulauan Terselatan, Gorom – Wakate, Aru Perbatasan, Tanimbar Utara, Seram Utara Raya, Jazirah Leihitu, Talabatai, Buru, Kayeli, Bula, Kepulauan Huamual, dan Kawasan Khusus Kepulauan Banda.

“Yang penting daerah persiapan disiapkan dengan baik, koordinasi dengan daerah induknya dulu bagai­mana karena anggaran persiapan dari daerah induk, ha­nya saja anggaran negara belum bisa karena ada skala prioritas pembangunan nasional,” katanya.

Ia mengatakan, Pemerintah Pu­sat menyambut positif upaya pem­bangunan dan pemekaran yang dilakukan oleh Pemerintah Da­erah Maluku, karena otonomi da­erah adalah hak konstitusional masya­rakat setempat.

“Pak Jokowi sudah meminta upa­yakan terus otonomi daerah ini untuk membangun tata kelola pe­me­rintahan yang harus lebih efektif, efisien, mempercepat reformasi birokrasi,” ucapnya.

Menurut Mendagri Tjahjo, oto­no­misasi di Maluku belum berjalan baik seperti yang diharapkan oleh Pemerintah Pusat, karena banyak daerah baru yang belum mampu meningkatkan Pendapatan Asli Dearah (PAD) dan percepatan pembangunan masih mengandalkan anggaran dari pusat.

Karena itu, Maluku harus bisa me­ngandalkan potensi daerah dan sumber daya alamnya yang kaya untuk menambah potensi ke­uangan daerah dan mempercepat pemerataan pembangunan, baik kese­jahteraan masyarakat maupun infrastruktur.

Selain itu, harus ada sinergi dan konektivitas antar para pemimpin daerah baik di tingkat kabupaten dan kota, agar bisa membangun po­tensi wilayahnya secara bersama-sama.

“Belum sesuai harapan tapi dengan sumber daya alam di Malu­ku, seperti di Marsela nanti akan me­nambah potensi keuangan da­erah yang sudah dirancang oleh gu­bernur sekarang ini,” katanya.

Dia mengharapkan dengan para bupati walikota hasil pilkada ini ada sinergi, ada konektivitas antar daerah, tidak bisa membangun Saumlaki sendiri tanpa melibatkan pulau-pulau terdekat, harus terpadu.(Katim)

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

BALAGU.COM - Berita Informasi Maluku