Published On: Wed, Nov 4th, 2015

Merasa Ditipu, Guru Di SBB Minta Kejaksaan Turun Tangan

Share This
Tags

Para guru di Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) merasa ditipu mentah-mentah oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga kabupaten setempat terkait dana non sertifikasi yang hingga kini belum terbayarkan selama kurang lebih 12 bulan atau satu tahun.

Beberapa guru yang enggan menyebutkan namanya kepada media ini Kantor Bank Maluku Piru, Selasa (3/11) mengatakan, mereka tertipu karena ada informasi yang disampaikan dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga bahwa dana non sertifikasi sudah masuk ke rekening mereka masing-masing di Bank Maluku.

”Sebelumnya sekitar tiga bulan lalu, kami para guru diminta untuk membuka rekening di Bank Maluku dengan alasan bahwa pembayaran dana non sertifikasi akan ditransfer langsung ke rekening. Anehnya di Bank Maluku, kami diwajibkan membuka rekening dengan nilai minimal Rp500 ribu. Ya karena ini instruksi langsung dari dinas, semua guru terpaksa membuka rekening. Ada beberapa diantara kami yang terpaksa meminjam uang untuk membuka rekening,” kata para guru.

Karena perintahnya mendadak, lanjut mereka, terjadi antrian panjang di Bank Maluku. ”Ada para guru yang tiga hari mengantri baru bisa membuka rekening. Susahnya minta ampun,” tambah mereka.

Namun kenyataannya, tiga bulan berlalu, dana non sertifikasi itu tak kunjung tiba juga. ”Kemarin, kami mendapat info lagi agar cek di rekening karena sudah dibayar 9 bulan berjalan, ternyata belum masuk. Lalu ada lagi informasi bahwa dibayar langsung di dinas. Namun ketika ada yang mengecek ke sana nihil juga,” kesal mereka.

Para guru tersebut mengaku seperti dipermainkan oleh pihak dinas. ”Kami merasa dipermainkan. Disuruh buka rekening itu untuk apa? Jangan- jangan ini hanya modus. Kami minta agar kejaksaan segera menelusuri ini. Bayangkan dana non sertifikasi ini per gurunya Rp250 ribu. Kalau 12 bulan lalu dan dikalikan dengan ribuan guru di SBB sudah berapa? Sudah begitu kami mendapat informasi bahwa akan dipotong sepuluh persen lagi. Waduh kasihan sekali kami para guru ini,” iba mereka.

Sekarang ini, tambah mereka, kebanyakan para guru telah menggadaikan SK-nya di bank untuk kredit sehingga setiap bulan gaji mereka selalu dipotong. Bahkan, ada yang tidak terima gaji sama sekali. Mereka mengharapkan tunjangan-tunjangan lain seperti non sertifikasi ini. Tapi ternyata masih dimainkan juga.

Para guru juga berharap agar Kejaksaan dan PGRI SBB tidak tinggal diam terhadap persoalan ini. ”Kami minta Kejaksaan untuk menyelidiki belum dibayarnya dana kami. PGRI jangan hanya memperjuangkan dana sertifikasi saja. Dana sertifikasi yang besar saja sudah dibayar. Lalu bagaimana dengan kami ini,” tandas mereka.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Fransyane Puttileihalat sampai berita ini diturunkan, belum berhasil dikonfirmasi.(tribunmaluku)

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>