Published On: Fri, Mar 23rd, 2018

Merkuri Ilegal Gunung Botak 1 DPO, 2 Tertangkap

Share This
Tags

Biang kerok pencemaran lingkungan di Gunung Botak yaitu perdagangan ilegal merkuri belum juga disisir habis. Buktinya, dua pasangan suami isteri (pasutri) warga Unit 17, di Desa Basale, Kecamatan Waelata Kabupaten Buru diciduk polisi dalam waktu berbeda.

“Setelah mendapati informasi dari warga mengenai adanya seorang wanita dari Desa Basalale menyimpan dan menjual merkuri, kami lakukan penyergapan. Hasilnya, 2 botol merkuri dengan berat kira 22 Kg ditemukan,” ungkap Kapolres Pulau Buru AKBP Adityanto Budi Satrio melalui Kasat Reskrim AKP Ryan Citra Yudha, dalam pesan singkatnya yang diterima Kabar Timur, Kamis (22/3).

Operasi mirip OTT KPK ini berawal dari adanya informasi yang diterima oleh personil Buser Sat Reskrim Polres Pulau Buru dari masyarakat di sekitar unit S,  Desa Waelo. Yakni mengenai gerak gerik seorang wanita dari Desa Basalale. “Ciri-ciri wanita tersebut berpostur pendek dan memakai jilbab serta membawa 2 anak,” terang Kapolres Buru.

Ini lalu membuat tim Buser Satreskirm Polres Pulau Buru melakukan pengintaian. Dan hasilnya mengarah pada seorang warga berinisial NSI berusia 21 tahun.

Dalam pengembangan ternyata NSI merupakan isteri dari pelaku lain berinisial BSA (28). BSA sebelumnya juga tertangkap tangan saat menjual 13 botol merkuri kepada para penambang emas Gunung Botak, di Desa Basalale Unit 17 pada 11 Januari lalu.

“Pelaku NSI merupakan istri dari tersangka BSA yang juga diamankan karena kedapatan menjual 13 botol mercury kepada para penambang emang gunung Botak,” ungkap Adityanto Budi Satrio.

Terkait BSA, terang Kapolres, kasusnya dalam proses melengkapi berkas perkara atau P19 sesuai petunjuk JPU Kejaksaan Negeri Namlea. Dalam waktu dekat, akui dia, kasusnya akan dilimpahakan ke tahap II atau penyerahan tersangka dan barang bukti oleh oleh penyidik Satreskrim Polres Pulau Buru kepada JPU Kejari Namlea.

Dalam pengembangan kasus ini, masih Kapolres Pulau Buru, selain menetapkan kedua pelaku pasutri sebagai tersangka, pihaknya juga menetapkan pelaku lainnya berinisial “K”.

Pelaku terakhir yang kini DPO Polres Pulau Buru merupakan pemilik merkuri seberat 22 Kg itu. Dari keterangan kedua pelaku “K” adalah pemasok. Melalui jalur Kota Ambon yang dibawa via transportasi  laut dan kemudian dijual BSA dan isterinya NIS. “Hanya pelaku K masih DPO. Kita masih melacak keberadaan yang bersangkutan,” kata Kapolres. (Kabar Timur)

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>