Published On: Sat, Jun 13th, 2015

Moratorium Sektor Perikanan Sengsarakan Orang Maluku

Share This
Tags

susi-pudjiastuti-640x399Moratorium di sektor perikanan yang digadangkan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuty dirasakan sangat menyengsarakan masyarakat Maluku.

Betapa tidak, karena ribuan anak Maluku yang selama ini menggantungkan hidup mereka sebagai Anak Buah Kapal (ABK) pada kapal penangkap ikan khususnya pada kapal jenis troll yang terancam menjadi pengangguran. Hal tersebut dijelaskan Abraham Samallo SH salah satu praktisi hukum dan pemerhati persoalan buruh di Maluku di Ambon, Rabu (8/4).

Menurut Samallo, dengan diterbitkannya moratorium oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuty akan berimbas pada menurunnya pendapatan per kapita masyarakat Maluku, lantaran ribuan masyarakat Maluku akan menjadi pengangguran.

“Moratorium sektor perikanan ini secara otomatis berpengaruh pada menurunnya pendapatan per kapita masyarakat Maluku dan meningkatnya tingkat pengangguran di provinsi ini,“paparnya.

Dijelaskan pula, dengan adanya moratorium sektor perikanan ini juga berpengaruh besar kepada kurang lebih 23 perusahaan ikan yang selama ini beroperasi di Maluku. Sehingga dari sektor pendapatan tentu saja perusahaan-perusahaan tersebut dari segi pendapatan akan menurun drastis.

“Pada prinsipnya kami mendukung adanya moratorium tersebut. Namun pelaksanaannya juga harus memperhitungkan hayat hidup orang banyak, jangan sampai moratorium ini malah menyengsarakan rakyat, “tandasnya.

Dari data yang dihimpun media ini, ternyata di Maluku terdapat kurang lebih 23 perusahaan yang bergerak di sektor perikanan tangkap yang tersebar baik di Kota Ambon, Maluku Tengah, Kabupaten Maluku Tenggara dan Kabupaten Kepulauan Aru.

Perusahaan-perusahaan tersebut antara lain, PT.Mabiru Industri, PT. Bersama Mitra Nusantara, PT.Tri Satria Samudra, PT.Sinar Abadi Cemerlang, PT.Harta Samudra, FA.Sanu dan CV Tuna Maluku. perusahaan-perusahaan ini memanfaatkan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Tantui sebagai home base.

Ada juga perusahaan perikanan yang menggunakan kompleks TNI Angkatan Laut di Laha sebagai sebagai markasnya yakni PT. Arabikatama Khatulistiwa FI, dan PT.Cilacap Samudra FI.

Selain itu juga ada perusahaan-perusahaan ikan yang berada di PPI Eri yakni CV.Tiga Sinergi berjaya dan CV. Djatropa. Ada juga perusahaan ikan yang berada di Kecamatan Leihitu Kabupaten Maluku Tengah yakni PT.Aneka Suber Tata Bahari, dan PT Ureng Nusa Telu. PT. Beta Putra Daerah dan PT.Perikanan Nusantara yang beralamat di Galala kota Ambon.

Dan juga ada sembilan perusahaan perikanan di lainnya di Kota Ambon yakni, PT. Samudra Pratama Jaya, PT.Tanggul Mina Nusantara, PT.Jaring Mas, PT.Pacifik Glori Lestari, PT.Handidgo, PT.Vini Inti Lines, PT.Sumber Laut Utama, PT. S dan T Mitra Mina Industri dan PT.Kristalin Dwi Lestari. (**)

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>