Published On: Tue, Dec 8th, 2015

Musim Penuh Kejutan di Premier League

Share This
Tags

chelseabournemouth460Serangkaian hasil-hasil tak terprediksi muncul di Premier League musim ini. Keberadaan Leicester City di puncak klasemen dan Chelsea yang terpuruk di urutan 14 menyimpulkan itu semua.

Tepat setahun lalu, di Desember 2014, Leicester berada di dasar klasemen. Tapi setahun kemudian, Desember 2015 ini, The Foxes bertengger di puncak. Mereka untuk kali pertama dalam 15 tahun terakhir mengangkangi para raksasa semisal Manchester United, Manchester City, Arsenal, dan tentunya Chelsea sang juara bertahan.

Chelsea sendiri mengalami musim yang luas biasa mengecewakan sejauh ini. John Terry dkk ada di posisi 14 klasemen, cuma 15 poin mereka punya dari 15 pertandingan. Mereka cuma unggul dua angka dari Newcastle United yang jadi klub teratas di zona degradasi.

Bukan itu saja kejutan yang terjadi di Liga Inggris musim 2015/2016 ini. Jika dibuat model semacam rantai makanan, maka seluruh 20 klub sudah saling mengalahkan membentuk sebuah lingkaran yang utuh.

Saat Chelsea terseok untuk menemukan performanya dan Leicester tampil penuh kejutan bersama Jamie Vardy, para raksasa yang lain (MU, City, Arsenal, dan Liverpool) sulit menemukan konsistensi. Lihatlah bagaimana City bisa dihantam Tottenham Hotspur 1-4, Arsenal dikalahkan WBA 1-2, atau MU yang tuduk 1-2 di tangan Swansea.

Kembali ke Chelsea, ‘Si Biru’ kini menjadi klub juara dengan start terburuk setelah 15 pekan terlalui. Rekor tersebut sebelumnya dipunya Blackburn Rovers.

Padahal di musim 2005/2006, usai jadi juara di musim sebelumnya, Chelsea dapat 40 poin dari 15 pertandingan pertama. Itu adalah rekor start terbaik sang juara bertahan, menyamai yang dicatatkan Manchester United di musim 1993/1994.

Hal lain yang menarik dari musim 2015/2016 ini adalah ketatnya persaingan di papan atas. Saat ini cuma ada enam poin yang menjadi jarak antara Leicester dengan Tottenham Hotspur (posisi 5). Dalam 10 tahun terakhir cuma sekali terjadi papan atas berjalan seketat ini, yakni pada 2010/2011.

Salah satu penyebab munculnya fenomena tersebut adalah banyaknya kekalahan yang sudah didapat klub-klub besar. City sudah kalah empat kali, Arsenal tunduk tiga kali. Sementara Chelsea sudah delapan kali gagal dapat poin.

Musim ini makin sudah diprediksi karena prosentase kemenangan tim-tim away sangat besar. Dari 150 pertandingan yang sudah dihelat, tercatat ada 51 kemenangan away. Angka tersebut setara dengan 34%. Jauh melebihi rata-rata kemenangan away di Premier League yang sebesar 27,25%.

Lalu bagaimana dengan Leicester? Sebarapa lama mereka bisa berada di atas? Atau, di mana mereka akan finis pada akhir musim nanti?

Sepanjang sejarah Premier League, tim yang berada di puncak setelah 15 pertandingan prosentase keberhasilan jadi juara sebesar 47,8%. Angka tersebut melonjak hingga 72,2% jika diciutkan dalam 11 musim terakhir.

Sebagai perbandingan, MU sudah delapan kali berada di puncak klasemen setelah liga menuntaskan 15 pertandingan. Dalam kesempatan itu MU jadi juara di 8 kesempatan. Tapi dari delapan klub berbeda yang berada di puncak klasemen pada tahap ini, cuma MU, City, dan Chelsea yang menuntaskannya dengan jadi juara. Demikian dikutip dari BBC.

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>