Published On: Tue, Sep 27th, 2016

Nane Tebar Ancaman “Kosong”

Share This
Tags

imagesDia pertegas ancaman melaporkan sejumlah oknum kader PDI Perjuangan yang telah “menikmati” dananya ke Polda Maluku, akan dilakukan, kemarin. Sayangnya, ancaman itu kosong.

Adalah Fransyane Puttileihalat “Nane” bakal calon Bupati Kabupaten Seram Barat (SBB), dibuat apes, setelah ratusan juta dana “mengalir” ke sejumlah kader partai besutan Megawati dengan iming-iming rekomendasi agar dapat melenggang sebagai salah satu calon bupati di kabupaten yang pernah dipimpin kakak kandungnya Jacobus Puttileihalat dua periode itu pun kandas.

Usai diperiksa sebagai salah satu saksi di kasus dugaan korupsi K13 yang juga menjerat salah satu kakak kandungnya sebagai tersangka itu, Nane menebar dan mempertegas ancaman untuk melapor secara resmi sejumlah politisi PDI Perjuangan Maluku yang telah “menikmati” dananya ke Polda Maluku.

“Ya hari ini (kemarin), setelah dari Kejaksaan saya akan menuju Polda Maluku melaporkan PDI Perjuangan Maluku,” tegas Nane yang didampingi Kuasa Hukumnya Daniel Nirahua, setelah menjalani pemeriksaan sebagai saksi, di Kantor Kejati Maluku, Senin, kemarin.

Terkait laporan tersebut, Nane yang kini menjabat Kepala Dinas Pendidikan dan Olahraga, Kabupaten Seram Barat  mengaku, telah berkoordinasi bersama pihak Polda Maluku atas laporan dugaan perbuatan melanggar hukum yang dilakukan sejumlah kader PDI Perjuangan Maluku.

“Untuk koordinasi laporan itu, sudah kita lakukan sebelumnya. Nah, untuk hari ini (kemarin), kita tinggal memasukan laporannya saja,” kicau Nane dengan mimik serius. Terpisah kuasa hukum Nane, Daniel Nirahua membenarkan apa yang disampaikan kliennya itu.

“Hari ini (kemarin) kita akan ke Polda Maluku melayangkan laporan. Kita telah rkoordinasi bersama Polda  terlebih dahulu setelah kita dari sini (pemeriksaan di Kejati Maluku), akan dilanjutkan ke Polda Maluku,” tegas Nirahua.

Hanya saja, janji Nane dan Kuasa Hukumnya tidak dibarengi tindakan nyata. Pasalnya, setelah mengikuti jejak Nane dan Kuasa Hukumnya ke Polda Maluku, ternyata, Nane dan Kuasa Hukumnya tidak menuju ke Polda Maluku, namun menuju ke Hotel Amboina.

Sayang ancaman pelaporan yang akan dilakukan Nane ke Polda Maluku bersama kuasa hukumnya batal dilakukan. Tidak jelas, alasan pembatalan laporan ke Polda Maluku, kemarin.

Keluar dari Kantor Kejaksaan Tinggi Maluku,  Mobil yang ditumpangi Nane bukannya melaju ke arah Polda Maluku, tapi mobil Nane, masuk dan parkir di Hotel Amboina, tempat Nane menginap.

Sejumlah wartawan yang telah langsung menuju Polda Maluku menunggu datangnya Nane bersama kuasa hukumnya untuk membuktikan ancaman laporan terhadap sejumlah kader PDI Perjuangan Maluku tidak terbukti. Menunggu hingga Polda Maluku tutup jam kerjanya Nane tak kunjung nongol.

Diberitakan sebelumnya, adik mantan Bupati Seram  Bagian Barat ini mengaku kecewa. Ratusan juta dananya mengalir  untuk sejumlah elite PDI Perjuangan Maluku, tapi rekomendasi tak  diperoleh. Tim Kuasa Hukum dibentuk melaporkan masalah ini. Siapa  terlibat?

Babak baru, uang “pelicin” rekomendasi PDI Perjuangan di Pilkada,  Kabupaten Seram Bagian Barat terbongkar, menyusul Syane  Puttileihalat “Nane” salah satu bakal calon Bupati SBB, yang telah  mengelontorkan dana ratusan juta bahkan telah ikut sekolah Pilkada  yang digagas PDI Perjuangan, gagal mengantongi rekomendasi partai  besutan Megawati Soekarno Putri itu.

Rekomendasi PDI Perjuangan untuk Pilkada Seram Barat telah resmi  diberikan kepada pasangan Samson Attapary-Shufi Majid. Kontan  “Nane” sapaan akrab Syane Puttileihalat yang saat ini menjabat  Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Seram Barat murka besar.

Samson  Attapary adalah kader PDI Perjuangan yang saat ini duduk sebagai  anggota DPRD Provinsi Maluku dari Dapil Seram Barat.  Nane dikabarkan telah membentuk Tim hukum untuk melaporkan masalah  ini di Polda Maluku.

Dia murka lantaran telah mengikuti sekolah  partai Calon Kepala daerah, gelombang ke-dua, di Kinasih Depok,  dan berharap rekomendasi PDI Perjuangan diberikan kepada dirinya,  tak diperoleh hingga sekolah yang diikuti berakhir.

Tim hukum yang dibentuk Nane, untuk melaporkan sejumlah elite PDI Perjuangan, mulai dari Kabupaten Seram Barat, hingga elite di DPD  PDI Perjuangan Maluku, yang telah menerima aliran dana Nane dengan  iming-iming rekomendasi PDI Perjuangan di Pilkada Seram Barat. (KATIM-RUZ)

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>