Published On: Mon, Oct 17th, 2016

Nikmati Dana BOS Rp 400 Juta Wakil Ketua DPRD MBD Belum Dijerat

Share This
Tags

3004dana-bosKendati mengantongi bukti kuat tetapi jaksa belum juga menjerat Wakil Ketua DPRD MBD, Hermanus Lekipera dalam kasus korupsi Bantuan Opera­sional Sekolah (BOS) tahun 2009-2010.

Dalam pengusutan penyidik Kejari Maluku Tenggara Cabang Wonreli menemukan bukti Rp 400 juta sisa dana BOS masuk ke kan­tong Hermanus Lekipera saat men­jabat manajer dana BOS di Dinas Pendidikan MBD. Hal itu juga di­perkuat dengan keterangan ratusan saksi dan rekening koran yang telah disita.

Tak jelas mengapa status hukum Hermanus belum juga diputuskan pasca ia diperiksa 2 Agustus 2016 lalu.

Kalangan pegiat anti korupsi meminta jaksa segera menetapkan Hermanus sebagai tersangka karena bukti-bukti kuat sudah di tangan.

“Kami mendesak agar jaksa segera menetapkan Lekipera sebagai ter­sangka, dari hasil pemeriksaan terungkap jika sisa anggaran Rp 400 juta masuk ke kantong pribadinya, sehingga tidak ada alasan lagi untuk ia tidak dijerat,” tandas Ketua Alian­si Gerakan Anti Korupsi (AGAS) Maluku, Jonathan Pesurnay, kepada Siwalima, di Ambon, Minggu (16/10).

Ia meminta jaksa tidak kong­kalikong untuk meloloskan Her­manus.

Koordinator Lembaga Pemantau Kebijakan Publik (LP2RI) Maluku, Rudolf Sahusilawane juga mendesak agar Hermanus ditetapkan sebagai tersangka. “Ia harus ditetapkan sebagai ter­sangka, karena uang Rp 400 juta sudah terbukti masuk ke rekening pribadinya,” tegasnya.

Untuk diketahui, dana BOS tahun 2009-2010 senilai Rp 4 miliar lebih diperun­tukan bagi 297 sekolah SD-SMP di Kabupaten MBD.

Tahun 2009 jumlah siswa SD yang memperoleh dana BOS sebanyak 151, dan SMP sebanyak 43 siswa, de­ngan anggaran sebesar Rp 1.969. 000.000. Kemudian tahun 2010 jumlah penerima dana BOS untuk SD sebanyak 151 siswa dan SMP 52 sis­wa, dengan anggaran Rp 2.174.000. 000. Ada sisa dana yang harusnya dikembalikan ke rekening penampu­ngan Provinsi Maluku, tetapi tidak dilakukan.

“Dari hasil pemeriksaan tim penyidik ditemukan ada dana yang tidak dikembalikan ke rekening penampungan yang mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp 400 juta lebih,” jelas Kepala Kejari Maluku Tenggara Cabang Wonreli, Hendrik Sikteubun kepada wartawan usai memeriksa Hermanus Lekipera, Selasa (2/8) lalu di Kantor Kejati Maluku.

Sikteubun mengatakan, sebanyak 150 saksi sudah diperiksa. Bukti rekening koran juga disita. “Kami sudah sita semua rekening koran. Saksi 150 orang dari semua kepsek SD, SMP se-Kabupaten MBD telah dipe­riksa,” tandas Sikteubun. (SIWALIMA)

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>