
Tujuh Parpol Nasionalis-Islam Bentuk Fraksi Kebangsaan
Tujuh partai politik (parpol) yang berasaskan nasionalis dan Islam membentuk fraksi pelangi yang diberi nama Fraksi Kebangsaan. Tujuh parpol yang tergabung dalam koalisi untuk membentuk fraksi kebangsaan tersebut menempatkan masing-masing wakilnya di DPRD Provinsi Maluku masa bakti 2009-2014, yakni Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB), Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Nasional Indonesia Marhaenisme (PNIM), Partai Nasional Benteng Kerakyatan Indonesia (PNBKI), Partai Bintang Reformasi (PBR) dan Partai Bulan Bintang (PBB).
Ambon - Tujuh partai politik (parpol) yang berasaskan nasionalis dan Islam membentuk fraksi pelangi yang diberi nama Fraksi Kebangsaan. Tujuh parpol yang tergabung dalam koalisi untuk membentuk fraksi kebangsaan tersebut menempatkan masing-masing wakilnya di DPRD Provinsi Maluku masa bakti 2009-2014, yakni Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB), Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Nasional Indonesia Marhaenisme (PNIM), Partai Nasional Benteng Kerakyatan Indonesia (PNBKI), Partai Bintang Reformasi (PBR) dan Partai Bulan Bintang (PBB).
Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PBB Provinsi Maluku, M Saleh Wattiheluw kepada wartawan di Gedung DPRD Maluku, Rabu (16/9) menjelaskan, kemungkinan ada enam fraksi yang akan terbentuk di DPRD Maluku masa bakti 2009-2014 yakni empat fraksi utuh, yaitu Fraksi Golkar, Fraksi PDIP, Fraksi Demokrat dan Fraksi PKS dan dua fraksi pelangi atau fraksi gabungan.
Dikatakan, kehadiran fraksi pelangi di DPRD Maluku sangat dibutuhkan untuk bersama-sama partai lainnya saling berinteraksi dalam rangka membangun Maluku kedepan.
Wattiheluw menjelaskan, ada hal yang paling menarik dalam pembentukan Fraksi Kebangsaaan ini yakni terbentuknya sebuah konfigurasi antara nasionalis dan Islam dan konfigurasi ini merupakan realitas orang Maluku, dimana dengan terbentuknya Fraksi Kebangsaan ini membuktikan bahwa tidak ada perbedaan dalam membangun Maluku kedepan.
Dengan terbentuknya Fraksi Kebangsaan, maka dikotomi Islam-Kristen dapat dihapus karena tujuan akhir yang diharapkan dari terbentuknya koalisi untuk membentuk Fraksi Kebangsaan adalah membangun Maluku kearah yang lebih dan meningkatkan derajat dan kesejahteraan masyarakat di bumi raja-raja ini.
"Selama ini kita berproses dengan fraksi pelangi dan fraksi pelangi harus dipertahankan, namun bedanya adalah sebuah konfigurasi partai nasional dan Islam dan sesuai dengan kultur orang Maluku. Dengan fraksi yang kita bentuk ini tidak ada dikotomi Islam Kristen, namun berupaya dan berusaha untuk membangun Maluku kedepan agar lebih baik lagi, dan kita hari ini (kemarin-red) akan menandatangi MoU tentang terbentuknya Fraksi Kebangsaan ini, " ujar Wattiheluw.
Sementara menyangkut pimpinan fraksi, Wattiheluw mengungkapkan, dalam waktu dekat akan diumumkan. (S-26)





