Exotic Ora Beach

Ora beach di utara pulau Seram, provinsi Maluku. Salah satu wilayah petuanan desa Saleman yang nyaris tersembunyi itu, menyimpan keindahan alam luar biasa indah. Pantai pasir putih, hutan tropis, aneka satwa liar, terumbu karang dan biota laut, membuat tempat ini sangat eksotic bagi para ecotraveler. Garis pantai, batas pertemuan air laut dan daratan, hamparan pasir putih memanjang hingga ke kaki bukit dipenuhi rimbunan pohon hutan tropis.

Bertabur Puisi Pattimura di Kampus Pattimura

Jurnalis Rudi Fofid dengan dua putrinya membaca puisi Bunga Lanres O, diiringi tiupan tahuri penyanyi rap Michael Alfredo Pesurnay dari Sageru (MHC) dan tabuhan tifa penyanyi reggaer Dalenz Utrakikilaitety dari D'Embalz. (foto : Vonny Litamahuputty)

PELATARAN Kampus PGSD Universitas Pattimura Ambon meriah. Ada obor bernyala dari batang bambu. Ada tiang gantungan dengan tali laso terulur. Sosok Pattimura menari cakalele di bawah terik matahari. Puisi-puisi mengalir satu demi satu.

Begitulah suasana peringatan Hari Pattimura oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Unpatti Ambon, Jumat (14/5). Para mahasiswa dan dosen membacakan puisi-puisi bertema Pattimura.

Santy mengawali rangkaian pembacaan puisi dengan mempersembahkan karya Hanafi Holle berjudul Namaku Pattimura. Selanjutnya dalam tuntunan narasi sebanyak lima episode, serangkaian puisi terus mengalir. Dalam Narasi Tanah Asal Negeri Saparua, para mahasiswa secara berkelompok membacakan puisi Senandung Tanah Saparua (Wenly Tutuarima), Pattiimura (Marny Pureng) dan Episode Pattimura (Rudi Fofid).

Dalam Narasi Perlawanan dan Pemberontakan Benteng Duurstede, para mahasiswa menampilkan tarian dan pentas teatrikal mengiringi puisi Perjuangan Pattimura (Sri Wahyuningsih), Luap Cinta Lelaki (Yonna Tanahitumessing), Perlawanan Tanpa Henti (Santy Hiariej).

Pada Narasi di Tiang Gantungan, para mahasiswa membacakan puisi Victoriaku Padam (Farid Latif), Kepada Tiang Tempat Pattimura Digantung (Rudi Fofid), dan Tapak-Tapak Pattimura (Roymon Lomosol). Puisi Aku Ingin Sekali, Pattimura (Falantino Latupapua) dibacakan dosen FKIP Drs Semy Touwe, sedangkan puisi karya penyair Madura D. Zawawi Imron berjudul Kepada Pattimura disampaikan dalam musikalisasi yang apik oleh para mahasiswa.

Narasi terakhir, Pattimura Masa Kini. Brigel membacakan puisi penyair perempuan Maluku yang juga dosen FKIP Mariana Lewier berjudul Reintepretasi Pattimura. Mahasiswa Marthen Reasoa yang melakoni sosok Pattimura, naik ke atas atap kampus. Dari sana Marthen membacakan puisi karya pahlawan nasional Yos Sudarso berjudul Pattimura. Sedangkan rekannya yang lain membacakan puisi Renny Mainassy berjudul Pahlawan Pattimura. Puisi Sumpah Pattimura Muda karya penyair Dino Umahuk juga dibacakan dalam episode ini.

DARI LUAR KAMPUS
Ratusan mahasiswa FKIP menyambut gembira acara sastra bertajuk Revitalisasi Semangat Pattimura Lewat Pembacaan Puisi. Apalagi, dalam rangkaian acara ini, tampil juga beberapa penyair dari luar kampus yakni Morika Tetelepta, Muhammad Irfan Ramly, Berry Revelino, Rudi Fofid, Hanafi Holle dan Helen Kurmasella. Mereka tampil dalam acara parade puisi Pattimura.

Morika Tetelepta, penyair yang juga dikenal sebagai pencipta lagu, penata musik dan penyanyi rap, dari komunitas Hip-Hop Maluku, membacakan puisinya berjudul Tentang Perlawanan. Morika yang masih studi teologi di UKIM Ambon, tampil sebagai sosok Pattimura yang mengajak Pattimura kembali pada hakikat sang pahlawan.

Muhammad Irfan Ramly, penyair, penyiar radiio-TV dan pemain teater, membacakan puisinya tentang Pattimura Muda. Berry Revelino juga membacakan karyanya sendiri, tentang Pattimura. Dalam puisinya, Berry “mencabut” Pattimura keluar dari kungkungan Saparua ke lingkungan yang lebih luas yakni Maluku. Pattimura itu Ternggara, Pattimura itu juga Ternate. Pokoknya, Pattiimura itu Maluku.

Penyair yang juga dosen IAIN Ambon dan jurnalis Detik.com Hanafi Holle membacakan puisi Pattimura karya Jo Hehanussa. Hehanussa saat ini sedang studi di Jerman. Ia mengirim puisinya dari seberang, untuk kepentingan event ini.

Penyair dan jurnalis Rudi Fofid tampil dengan dua putrinya Alfa dan Elnino. Diiringi tahuri yang ditiup penyanyi rap Michael Pesurnay dan tabuhan tifa penyanyi reggae Dalenz dari D'Embalz, Rudi membacakan puisinya berjudul Bunga Lanres o, yang didahului musikalisasi lagu puisi karya penyair Kei tanpa nama berjudul sama yakni Farsokat Bunga Lanres o.

Penyanyi hip hop Helen Kurmasella membacakan dua puisi Pattiimura. Salah satunya yakni puisi karya Pahlawan Nasional Yos Sudarso berjudul Pattimura.. Puisi itu ditulis Yos Sudarso dan dibacakannya dalam serah terima jabatan nahkoda KRI Pattiimura di Pelabuhan Tanjung Perak tahun 1957.

Penyair Mariana Lewier gembira menyaksikan para mahasiswa menggelar acara ini. Dirinya berharap, apresiasi sastra akan semakin meningkat melalui kegiatan seperti ini. Sebelumnya, dalam sambutan pembukaan, Pembantu Dekan III FKIP Unpatti Drs Meril Pelamonia menyambut baik kreativitas mahasiswa di kampusnya. Ia mengajak mahasiswa semakin giat melakukan kegiatan serupa pada masa mendatang, dan terutama melanjutkan perjuangan Pattimura.

“Pattimura boleh dihancurkan, tetapi kelak Pattimura Muda akan bangkit,” ujarnya memberi semangat. (balagu)

Share this

Pariwisata Maluku

Pariwisata Maluku dengan beribu keindahan alam, merupakan surga di kawasan timur indonesia. Dengan pesona wisata bawah laut, kebudayaan dan etnik di provinsi maluku menjadikan maluku salah satu provinsi yang mempunyai prospek yang menjajanjikan bagi pariwisata indonesia .