
Huliselan Akui Dinkes Terlambat Masukan Permintaan
Sekretaris Kota (Sekkot) Ambon, HJ Huliselan mengungkapkan, tiga bulan hak-hak pegawai pada puskesmas di Kota Ambon belum dibayar oleh pemkot, disebabkan karena Dinas Kesehatan (Dinkes) terlambat memasukan permintaan.
Ambon - Sekretaris Kota (Sekkot) Ambon, HJ Huliselan mengungkapkan, tiga bulan hak-hak pegawai pada puskesmas di Kota Ambon belum dibayar oleh pemkot, disebabkan karena Dinas Kesehatan (Dinkes) terlambat memasukan permintaan.
"Mungkin mereka terlambat, karena saya sudah mengecek di bawah (bagian keuangan red-), mereka sendiri yang terlambat membuat permintaan ke Pemkot," terang Huliselan ketika dikonfirmasi wartawan, di ruang kerjanya, Jumat (29/10).
Huliselan mengaku, hak-hak pegawai pada 22 puskesmas di lingkup Kota Ambon telah mendapatkan hak-haknya. "Sekarang hak-hak mereka sudah dibayarkan sejak dua hari yang lalu," ujarnya.
Sebelumnya diberitakan, selama tiga bulan, para pegawai di 22 puskesmas yang berada di wilayah kerja Pemkot Ambon belum menerima hak-hak mereka.
Hak-hak mereka yang belum direalisasi berupa uang transport, uang makan dan uang publik. Uang transport sebesar Rp 600.000, uang makan sebesar Rp 900.000 dan uang publik Rp 600.000.
Kepada Siwalima, Rabu (28/10), salah pegawai di salah satu puskesmas yang meminta namanya tak dikorankan mengungkapkan, dirinya merasa kesal dengan manajemen dan kinerja dari Pemkot Ambon yang hingga kini belum merealisasikan hak-hak para pegawai puskesmas.
Biasanya, kata dia, setiap bulan hak-hak mereka itu dicairkan. Namun bulan Juli, Agustus dan September 2009, hingga kini belum direalisasikan.
"Biasanya setiap bulan anggaran tersebut dicairkan namun hingga tiga bulan berlalu, Pemkot Ambon belum juga merealisasikan anggarannya," ujarnya, dengan nada kesal.
Oleh sebab itu, dirinya meminta perhatian dari Pemkot Ambon, khususnya Walikota untuk menyikapi masalah ini.
"Yang kami kuatirkan, jangan sampai ada permainan dari oknum-oknum tertentu baik di dinas maupun di bagian keuangan Pemkot Ambon sehingga kami sebagai pegawai dikorbankan," tandasnya. (S-16)




