
Listrik di Ambon Padam, Lilin dan Petromaks Sambut Cruise Missile
Lampu listrik di Ambon ternyata belum juga normal. Pemadaman masih terjadi. Akibatnya, ajang internasional seperti Lomba Layar Darwin Ambon ikut terganggu. Peserta pertama Cruise Missile disambut di bawah bayang-bayang lampu petromaks dan sebatang lilin di garis finish.
AMBON-Perahu layar Cruise Missile mengungguli 15 peserta Darwin Ambon Yacht Race 2010 lainnya. Perahu yang dinahkodai Wayne Huxley itu tiba di garis finish Pantai Amahusu, Selasa (26/7) pukul 16.56 WIT.
Beberapa ratus meter menjelang finish, sebuah perahu yang ditumpangi seniman dari Negeri Naku, menyambut sang pemenang dengan tabuhan tifa totobuang. Sirine kendaraan bermotor juga memeriahkan kedatangan perahu pertama tersebut.
Sejumlah pejabat, panitia dan warga Ambon yang berkumpul di Pantai Amahusu nampak antusias dengan kedatangan Cruise Missile yang sudah berkali-kali mengikuti lomba ini. Namun penyambutan peserta tidak langsung digelar karena beberapa situasi yang tidak terduga.
Menurut Ketua Panitia Lokal Helen de Lima, para peserta sempat mengalami mati angin, termasuk Cruise Missile. Sebab itu, rencana finish pada pukul 16.00 WIT, tidak terlaksana. Selain itu, Cruise Missile juga kehilangan jangkar saat finish sehingga sempat mengalami kesulitan labuh-tambat.
Pantauan Balagu di Ambon, ketika Cruise Missile masuk finih, lampu listrik pada sebagian Kota Ambon mengalami pemadaman, termasuk di Amahusu. Pemadaman berlangsung sekitar satu jam. Ketika Sekot Ambon dr Nona Huliselan datang ke lokasi finish yang gelap gulita, hanya ada sebatang lilin yang menjadi penerang di sana. Cahaya lampu petromaks yang memancar dari warung makan milik warga Amahusu, cukup membantu.
Satu jam setelah Cruise Missile masuk finish, barulah para petugas dari instansi pemerintah naik ke atas perahu untuk melakukan pemeriksaan. Pemeriksaan berlangsung sekitar satu jam. Hujan yang turun deras semalam juga membuat suasana penyambutan cukup terhalang. Sekot Huliselan yang sudah datang, harus kembali karena ada urusan lain.
Tengah malam barulah Wayne Huxley dan empat awaknya disambut oleh camat Nusaniwe dan Kepala Dinas Pariwisata Kota Ambon. Mereka dikalungkan kain tenun Tanimbar. Setelah penyambutan itu, Wayne dkk kembali ke perahu. (rudi fofid/mark ufie)




