
Tengko: Pertumbuhan Ekonomi Aru Selalu Meningkat
Pertumbuhan perekonomian di Kabupaten Kepulauan Aru dari tahun 2005-2008 terus mengalami peningkatan menjadi 5,26 persen yang sebelumnya 4,48 persen. Demikian diungkapkan Bupati Kepulauan Aru, Teddy Thengko kepada Siwalima di Dobo, Selasa (15/9).
Dobo - Pertumbuhan perekonomian di Kabupaten Kepulauan Aru dari tahun 2005-2008 terus mengalami peningkatan menjadi 5,26 persen yang sebelumnya 4,48 persen. Demikian diungkapkan Bupati Kepulauan Aru, Teddy Thengko kepada Siwalima di Dobo, Selasa (15/9).
"Ketika daerah ini mulai dimekarkan dan berdiri sendiri terpisah dari kabupaten induk Maluku Tenggara pada tahun 2005 lalu, pertumbuhan perekonomian di daerah ini berada pada posisi 4,48 persen. Namun selama pemerintahan berjalan, pada tahun 2008 lalu pertumbuhan perekonomian di daerah ini mulai meningkat mencapai 5,26 persen, "urainya.
Thengko menyebutkan, pendapatan perkapita menurut harga konstan pada tahun 2005 sebesar 2.065.057,- pada tahun 2008 menjadi 2.250.083,- mengalami peningkatan sebesar 8,55 persen.
Selain itu, lanjut Thengko, jumlah keluarga miskin mengalami penurunan yakni pada tahun 2005 sebesar 16.259 KK dan pada tahun 2008 sebesar 11.000 KK atau mengalami penurunan sebesar 47,82 persen.
Dengan demikian, ungkap Thengko, secara job sektoral seluruh pergerakan pertumbuhan perekonomian di daerah ini dari tahun ke tahun selalu mengalami peningkatan yang signifikan pada tahun 2008.
Untuk itu, dinamika pembangunan pergerakan menuju kearah pertumbuhan perekonomian yang baik di Kabupaten Kepulauan Aru, kata Thengko, senantiasa akan pro kepada rakyat dengan program-program penguatan kapasitas, penguatan aksebilitas serta infrastruktur pendukung ekonomi maupun penguatan fasilitas pelayanan publik lainnya.
Untuk mencapai kesemuanya ini, tutur Thengko, membutuhkan biaya yang sangat besar, serta dibutuhkan upaya penggalangan dalam menggali potensi sumber-sumber penerimaan daerah melalui pelaku perekonomian di daerah.
Thengko mengharapkan, dukungan positif dari seluruh komponen masyarakat yang ada di daerah ini, karena keberhasilan yang dicapai oleh pemerintah tidak terlepas dari peran aktif masyarakat sendiri. (S-25)





