Published On: Fri, Dec 11th, 2015

OKP Desak Jaksa Usut Bupati SBB

Share This
Tags

Jacobis-Puttileihalat1-copyPuluhan pemuda yang tergabung dalam Koalisi Keadilan Un­tuk Saka Mese Nusa, Kamis (10/12) me­laku-kan demonstrasi me­minta Kejati Ma­luku mengusut keter­li­ba­tan Bupati SBB, Jaco­bus F. Puttilei­halat dalam sejumlah ka­sus korupsi.

Koalisi Keadilan Untuk Saka Mese Nusa itu, berasal dari sejumlah OKP yaitu, Posko Perjuangan Rakyat Maluku (POS­PERA), Walang Aspi­rasi Rakyat Maluku (WARAM), Himpunan Mahasiswa Seram Bagian Barat (HIP­MASEB), Aliansi Indonesia Kabupaten Seram Bagian Barat dan Ikatan Pemuda, Pelajar Ma­hasiswa Buru (IPEMBU). Aksi demo yang dilakukan untuk mem­peringati Hari Anti Korupsi Se­dunia, 9 Desember.

Dalam aksi tersebut, mereka meminta Kejati Maluku tidak melindungi Bupati SBB, bersama keluarganya.

“Kami minta jaksa tidak melindungi Bupati bersama keluarganya, jika ditemukan keterlibatan mereka maka harus ditangkap,” teriak, salah satu orator, Ferry Kasale.

Mereka menyebutkan, sejumlah kasus dugaan korupsi yang diduga melibatkan Bupati SBB dan keluarganya yakni dugaan korupsi dana kegiatan guru di Disdikpora tahun 2013, dana Biaya Tak Terduga (BTT) tahun 2013 senilai Rp 1 milyar, proyek  pembangunan gapura senilai Rp. 5,6 milyar yang diduga melibatkan Plt Kepala Dinas PU SBB, Samuel Paulus alias Raymond Puttileihalat.

Kemudian, kasus Alokasi Dana Desa (ADD) tahun 2013 senilai Rp 900 juta, yang diduga juga melibatkan Raymond. Kasus lainnya, SPPD fiktif anggota DPRD Kabupaten SBB periode 2009-2014.

Kurang lebih 30 menit berorasi, mereka kemudian ditemui Aspidsus, Benny Santoso.

Santoso meyakinkan mereka bahwa Kejati Maluku serius menuntaskan kasus-kasus korupsi di Kabupaten SBB.

“Kita tidak akan tebang pilih, siapapun yang turut terlibat termasuk bupati maupun keluarganya akan kita jerat,” janji Santoso.

Usai mendengarkan penjelasan Aspidsus, mereka langsung membubarkan diri.

Bagikan Stiker

Memperingati hari Anti Korupsi Sedunia tahun ini, jajaran Kejati Maluku membagikan ratusan stiker yang ber­isikan pesan melawan korupsi ke­pada masyarakat Kota Ambon dan sekitarnya.

Pembagian stiker yang dilakukan usai  upacara peringatan hari Anti Korupsi Sedunia, itu merupakan bentuk sosialisasi anti korupsi yang dilakukan jajaran Kejati Maluku.

Pembagian stiker itu dipimpin oleh Wakajati Maluku, Manumpak Pane dan diikuti oleh seluruh staf Kejati Maluku dan Kejari Ambon, yang turun langsung ke beberapa titik di Kota Ambon.

Seusai melakuan kampanye anti korupsi, Kasi Penkum dan Humas Kejati Maluku, Bobby Palapia meng­ungkapkan, peringatan hari Anti Korupsi Sedunia  merupakan momentum berharga bagi jajaran Kejati Maluku dalam upaya memberantas korupsi di Maluku.

“Momentum ini akan digunakan jajaran Kejati Maluku guna lebih meningkatkan kinerja jajaran Kejati Maluku dalam upaya penegakan hukum dan pemberantasan korupsi di Maluku, yang semuanya bermuara pada besarnya membangun kepercayaan   masyarakat Maluku bagi Kejati Maluku sendiri,”  jelasnya.  (Siwalima)

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>