Published On: Mon, Dec 7th, 2015

Operasi di Hotel BNN Tangkap 8 Pengguna Narkoba

Share This
Tags

b1586588cc9795ab276bca36f56c04ce_XLBadan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Maluku kembali mengamankan delapan warga pemakai narkoba setelah menggelar razia di sejumlah penginapan, kos-kosan dan tempat-tempat hiburan malam yang berada di kawasan Kota Ambon.

Razia dilakukan sejak Jumat malam hingga Minggu (6/12) dinihari kemarin itu melibatkan aparat gabungan dari unsur TNI (POM AL, POM AU) dan Polri (Dit Krimum Polda, Propam, Provos Brimob Polda Maluku) maupun Satpol Pp Maluku.

Delapan warga yang dinyatakan positif narkoba, tujuh diantaranya perempuan dan seorang lainnya laki-laki. Mereka kini telah berada di Kantor BNN di kawasan Karang Panjang Ambon untuk menjalani proses rehabilitasi.

Kepala Bidang Pemberantasan Narkoba Maluku, AKBP Luther Bane mengatakan, dari delapan orang yang terjaring tersebut, 4 diantaranya menggunakan jenis Benzodiazepam. Jenis ini menurutnya, biasanya terdapat pada obat-obat kedokteran. Bagi yang kedapatan positif zat ini, maka pihaknya akan meminta bukti berupa resep dokter atau bekas obat yang diminumnya itu.

“Sedangkan untuk 3 orang lainnya diketahui mengkonsumsi zat Methamfetamin- Amfetamin atau yang biasa dikenal sebagai sabu-sabu, dan seorang lainnya positif tetrahydrocannabinol (THC) alias ganja,” terangnya kepada Kabar Timur via telepon genggamnya, kemarin siang.

Menurutnya, sejumlah tempat yang dirazia yakni penginapan A.M Sangaji, Yos Sudarso, Fully Indah, Ical, Cape Dee, Today, Rifal dan penginapan Star serta dilanjutkan ke Karaoke Golden In, Seroja, Guest Hause Nyaman, Guest Hause Sentosa, Nagoya, Cendana, 999, Bliz, Happy Beach, Bellaviesta, Moro, Ginza, Rajawali, Van 2, Josi, serta The Pension Cafe

“Setelah menyisir karaoke dan penginapan kita juga melakukan razia di Kos-Kosan NN, Keluarga Abraham, Kosan Geby dan sebuah Mes milik karaoke X-Nine,” terangnya.

Dikatakan, setelah menjalani tes urine dan dinyatakan positif narkoba, kedelapan warga yang tidak disebutkan identitasnya itu kemudian ditahan untuk direhabilitasi. Namun sebelumnya mereka akan menjalani assessment terlebih dahulu. Hal ini dilakukan untuk mengetahui tingkat keparahan dalam menggunakan zat yang mematikan itu.

“Setelah di assessment, maka kita akan mengetahui keparahan dalam penggunakan obat terlarang. Disitu kemudian kita akan melakukan rehabilitasi dengan cara dirawat inap atau rawat jalan,” pungkasnya. (kavartimur-MG4)

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>