Published On: Fri, Nov 20th, 2015

Orang Asing Yang Terdeteksi Kesbangpol Maluku 165 Orang

Share This
Tags

Ali Sella1Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Maluku bersama masyarakat selalu melakukan deteksi dini terhadaap potensi ancaman dan gangguan yang mungkin terjadi di lapangan, dan selalu bekerja sama dengan Forum Kerukunan Antar Umat Beragama (FKUB) dan Forum Kordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Kerjasama dengan Forkopimda ini terdiri dari Polda Maluku, Kodam XVI Pattimura, dan seluruh instansi terkait, termasuk Imigrasi dan sebagainya yang ada di daerah ini.

Kabupaten Maluku Tengah dan Maluku Tenggara merupakan daerah yang sering terjadi konflik komunal yang terindikasi menjurus kepada agama.

Demikian penjelasan Kepala Kesbangpol Provinsi Maluku Ali Sella, SH. MH kepada wartawan di ruang kerjanya Jumat (20/11).

Kesbangpol Promal juga mempunyai kewajiban untuk melakukan pengawasan terhadap orang asing yang datang ke Maluku, dengan tujuan yang berbeda-beda. Jumlah orang asing di Maluku yang tercatat dan terdeteksi oleh Kesbangpol Promal sebanyak 165 orang, yang tersebar di Kabupaten Kepulauan Aru 49 orang, Seram Bagian Barat 54 orang, Kota Tual 62 orang.

Jumlah Organisasi Masyarakat (Ormas) asing secara nasional yang tercatat di Kementerian Dalam Negeri tahun 2014 sebanyak 90 Ormas, sedangkan Ormas asing di Maluku tidak dapat dideteksi oleh Kesbangpol karena hingga kini belum ada yang melapor.

Sedangkan Jumlah tenaga kerja asing di Maluku sebanyak 884 orang terdiri dari; yang bekerja di Pelabuhan Nusantara Tantui Ambon 834 orang dari Thailand, Jepang 30 orang dan Korea 20, data dari Dinas Tenaga Kerja Provinsi Maluku.(Tribunmaluku)

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>