Published On: Thu, Jan 22nd, 2015

Organda Persulit Pemkot Turunkan Tarif Angkot

Share This
Tags

angkotambonmogok1Pemkot Ambon sudah menuntskan kajian penurunan tarif angkot yang selama ini masih ditunggu-tunggu oleh warga Kota Ambon sejak sepekan yang lalu pasca pemerintah pusat secara resmi menurunkan harga BBM.

Lamanya pengesahan penurunan tarif angkot kelas ekonomi dise­babkan masih menunggu hasil pengkajian dari Organda Kota Ambon sehingga pem­kot baru akan mengesahkan pada pekan depan.

“Sampai saat ini, Organda Kota Ambon belum menyam­paikan kepada pemerintah terkait dengan hasil kajian mereka sehingga pemerintah juga belum berani mengambil keputusan untuk mengesah­kan penurunan tarif angkot bagi 62 trayek yang ada di Kota Ambon,” tandas Kadis Perhu­bungan Kota Ambon, Piet Saimima kepada Siwa­lima di ruang kerjanya, Rabu (21/1).

Menurutnya pengkajian ter­hadap penurunan tarif ang­kot ini bukan hanya dilaku­kan oleh pemerintah tetapi juga dilakukan oleh organda dan akan sampaikan ke DPRD kota ambon untuk dibahas bersama sebelum ditetapkan.

“Jadi kita tunggu saja hasil kajian dari Organda seperti apa, barulah kita sampaikan kepada DPRD sebelum pem­kot mengeluarkan SK Wali­kota terkait dengan penuru­nan tarif,” ungkapnya.

Dikatakan harga BBM me­mang sudah dua kali diturun­kan dan Pemkot Ambon be­lum juga menurunkan tarif karena ditakutkan pemerintah pusat akan kembali menu­runkan harga BBM karena posisi harga minyak dunia sedang turun.

“Kita memang harus berhati-hati dalam melakukan pengkajian karena ketika kita tetapkan dan berlaku ternyata tiba-tiba BBM kembali turun maka pasti ada desakan kepada pemerintah untuk segera menurunkan lagi harga tarif angkot,” katanya.

Salah satu kendala yang dihadapi oleh pemerintah, kata Saimima, yaitu masih tingginya harga kebutuhan dimasyarakat khususnya alat-alat kendaraan bermotor.

“Dari hasil survei yang dilakukan oleh pemerintah itu sampai saat ini pemilik toko atau yang menjual peralatan kendaran belum mau menu­runkan harga peralatan ken­da­raan sehingga menyulitkan pemerintah secara cepat me­nu­runkan harga tarif,” katanya.

Ia berharap ada perhatian khusus dari pemerintah pusat guna menekan harga-harga kebutuhan lain sehingga berimbang, karena harga BBM sudah turun namun harga kebutuhan lainnya tidak juga ikut diturunkan pemerintah pusat.

Seperti yang diberitahkan sebelumnyapempus kembali menurunkan harga BBM. Kebijakan mulai berlaku Senin (19/1) pukul 00.00 waktu setempat. Penurunan terse­but hanya berselang waktu 19 hari dari kebijakan peme­rintah menurunkan harga BBM sebelumnya, yaitu pada 1 Januari 2015.

Sebelumnya, harga Premium Rp 7.600 per liter, Solar Rp 7.250 per liter dan gas ukuran tabung 12 kg sekitar Rp 140 ribu per tabung, namun sejak Senin (19/1), harga premium kembali turun menjadi Rp 6.600 per liter, solar turun menjadi Rp 6.400 per liter, dan elpiji 12 kg turun menjadi Rp 129 ribu. (S5)

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>