Published On: Mon, Dec 21st, 2015

Orno-Noach Menang di MBD

Share This
Tags

ea4e12c68113d92eef20f29857b1a60d_XLKomisi Pemilihan Umum Ka­bupaten Maluku Barat Daya (MBD) telah menuntaskan rekapitulasi penghitungan suara pilkada. Sempat akan ditunda, rapat pleno rekapitulasi penghitungan suara akhirnya tetap digelar hingga Jumat (18/12) tengah malam.

Hasilnya, KPU menetapkan pasangan Barnabas Orno-Benjamin Noach sebagai pemenang. Pasangan nomor urut 1 ini mengungguli ri­valnya, pasangan Simon Mose Maahury-Kim David Markus dan Nikolas J Kilikili-Johanes. H Frans.

Surat keputusan KPU nomor 36/Kpts/KPU-MBD-029/XII/2015 ten­tang penetapan rekapitulasi hasil per­hituangan suara pada pemilihan bu­pati dan wakil bupati kabupaten MBD tahu 2015, menyebutkan, pasangan nomor urut 1 Orno-Noach memperoleh 17.460 suara (43,3 persen), pasangan nomor urut 2 Simon Mose Maahury-Kim David Markus meraih 14.915 suara (37 persen), pasangan nomor urut 3, Nikolas J Kilikili-Johanes. H Frans memperoleh 7.925 suara (19,7 persen). Jumlah suara sah tercatat 40.300 dari jumlah pemilih sesuai DPT 47.896 pemilih. Pasangan Orno-Noach unggul di 11 dari 17 kecamatan di MBD.

“Rencananya rapat rekapitulasi penghitungan suara yang dilaporkan ditunda karena pertimbangan ke­amanan, tapi tetap digelar pada tanggal 18 Desember hingga tengah malam,” kata Ketua KPU Maluku, Musa Latua Toekan, kemarin. Pil­ka­da serentak 9 Desember 2015 di Kabupaten MBD diwarnai berbagai kecurangan, namun KPU MBD tetap menggelar rekapitulasi peng­hitungan suara, meski Panwas MBD te­lah memberikan rekomendasi untuk digelar pemungutan suara ulang (PSU) di sejumlah tempat pe­mungutan suara (TPS).

“Namanya rekomendasi  Pan­was wajib ditindak lanjuti, kalau me­­mang rekomendasinya benar KPU harus melakukan sesuai isi re­komendasi, tetapi kalau faktanya hitungan sudah benar, KPU tidak bisa melaksanakan tidak bisa me­nindak anjuti rekomendasi itu,” kata Musa.

Namun, rekomendasi Panwas kepada KPU MDB, kata Musa, su­dah jatuh tempo. “Artinya, reko­mendasi sudah jatuh tempo karena rekomendasi rekapitulasi tingkat ka­bu­p­aten sudah dilaksanakan. Ting­gal dijawab oleh KPU melalui su­rat resmi berdasarkan hasil pene­litian dan klarifikasi dan penelitian ke­pada PPK setempat. KPU tidak bisa melaksanakan (PSU) karena wak­tunya sudah melewati,” ujarnya.

Karena sudah melewati waktu, menurut Musa, kepada pasangan calon keberatan melayangkan gu­ga­tan Pilkada ke Mahkamah Kons­titusi (MK). “Jika MK meme­rin­tahkan dilakukan (PSU), baru KPU melaksanakan putusan MK ter­sebut,” jelasnya. (Kabartimur)

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>