Published On: Tue, Nov 21st, 2017

Panglima Yakin Murad Tahu Netralitas TNI & Polri

Share This
Tags

Selama belum ditetapkan sebagai calon Gubernur Maluku, Komandan Korps (Kakor) Brimob Polri Irjen Polisi Murad Ismail masih menjadi bagian dari TNI dan Polri yang menjunjung tinggi asas netralitas. Jika telah dinyatakan sah dan siap bertarung merebut kursi 01 Maluku, maka TNI/Polri akan menjaga jarak.

Hal ini disampaikan Panglima TNI, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo saat menjawab pertanyaan awak media di sela kedatangannya di Kota Ambon, Senin (20/11), pagi. Nurmantyo sendiri tiba sehari sebelumnya di Kota Manise ini pukul 18.30 WIT, setelah mengunjungi Timika, Papua. Ia menginap di Swissbell Hotel.

“Selama Kakor Brimob belum mendaftar dan belum ditetapkan sebagai calon, entah itu Gubernur, Walikota atau Bupati maka tidak ada masalah. Tapi jika sudah ditetapkan sebagai calon, maka ada jarak, netral. Dan saya yakin, pak Murad lebih tau itu,” kata Nurmantyo usai memberikan arahan kepada jajaran TNI/Polri di Lapangan Indor Tapal Kuda, Kediaman Pangdam XVI/Pattimura.

Presiden menyampaikan, lanjut Nurmantyo, politik TNI dan Polri hanyalah untuk negara dan semuanya dicurahkan untuk menjaga Negara Kesatuan Repoblik Indonesia (NKRI). Sosok prajurit TNI dan Polri harus taat kepada hukum, serta mementingkan dan mengutamakan rakyat diatas kepentingan segala galanya.

“Setiap prajurit juga taat kepada atasan secara berjenjang dari bawah ke atas. Atasan Polri yakni Presiden, atasan TNI juga Presiden Repoblik Indonesia yang dipilih secara sah sesuai konstitusi,” tegasnya.

Menurutnya, stabilitas politik dan keamanan akan terwujud, bila TNI dan Polri, solid. Soliditas TNI dan Polri merupakan tonggak yang kuat untuk menjaga keutuhan NKRI. “Dengan adanya stabilitas keamanan dan politik maka pembangunan akan jalan, investasi akan jalan, dan ekonomi akan meningkat,” jelasnya.

Ia mengatakan, kedepan adalah tahun tahun politik. Olehnya itu, Sehingga antara TNI dan Polri sebagaimana arahan Presiden, diminta untuk saling mengontrol dan mengingatkan antara satu sama lain.

“Pada saat diakademi Kepolisian, dihadapan semua Kapolres, Kapolda dan semua pejabat utama, Saya meminta tolong agar ikut mengontrol prajurit saya dimanapun mereka bertugas.

Apabila ada yang berbuat tidak netral agar ingatkan (pelakunya), laporkan kepada atasannya sampai kepada saya. Kapolri juga menyampaikan kepada saya kalau ada prajurit Polri yang ditemukan agar diingatkan. Jadi kita saling mengingatkan,” ucap Nurmantyo.

Dunia politiknya TNI/Polri, tambah Nurmantyo, menjunjung tinggi netralitas dan menjadi penengah dalam menghadapi pesta demokrasi. Sehingga jika terdapat masalah maka TNI dan Polri sebagai penengah bisa diterima oleh kubu yang saling bersengketa.

“Yang menjadi penengah yaitu TNI dan Polri. (Sehingga) bisa diterima dua orang yang bertengkar jika ditangani orang yang netral. Itu kuncinya dalam menjaga keamanan dan netralitas,” jelasnya.

Selain itu, Nurmantyo juga memerintahkan kepada jajarannya agar bisa memetakan wilayah rawan konflik dan mampu berbaur dengan rakyat, mengenali tokoh masyarakat serta bisa mengetahui pemicu yang dapat menjurus kepada pertikaian.

“Justru ini saya perintahkan kepada Pangdam, para Dandrem nanti akan kumpul semuanya, bahwa tugas TNI harus mampu memetakan daerah mana saja yang rawan konflik. Sejak awal harus tau siapa tokoh tokoh masyarakat disitu, apa penyebab konfliknya. Dengan demikian maka sejak awal harus bisa menetralisir. Apabila terjadi konflik kita tau siapa tokoh tokoh yang bisa menetralisir, kita minta bantu dari tokoh tersebut,” urai Nurmantyo.

KEBERSAMAAN TNI/POLRI DI MALUKU INDAH

Disisi lain, Perwira Bintang Empat ini mengagumi soliditas antara TNI dan Polri yang begitu akrab di Maluku. Kebersamaan yang dibangun kedua aparat keamanan ini begitu indah terlihat.
“Saya datang ke sini untuk menemui prajurit prajurit saya, baik TNI maupun Polri. Yang pertama saya mengucapkan terima kasih. Kenapa demikian, karena selama ini kebersamaan antara TNI

Polri begitu indah disini. Kita lihat selalu bersama sama disini,” tambah Nurmantyo mengagumi.

Orang nomor satu Tentara Nasional Indonesia (TNI) ini juga bangga khususnya terhadap prajuritnya yang lebih mementingkan kepentingan bersama dibanding individual. Nurmantyo mengetahuinya ketika sesi tanya jawab dalam pertemuan tersebut.

“Saya sangat bangga saat membuka pertanyaan pertanyaan. Dan dari perwakilan satuan tidak ada satu pun pertanyaan yang hanya untuk kepentingan pribadi. Contohnya pertanyaan dari Bripka Ketut yang menyarankan agar sering diberikan pengarahan baik dari atasan TNI maupun atasan Polri. Jadi, kan pertanyaan pertanyaan dan saran untuk kepentingan tugas. Minta Heli untuk latihan, minta kapal untuk jalankan tugas. Jadi semuanya untuk tugas,” salut Jenderal Gatot Nurmantyo. (Kabartimur.co.id)

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

- BALAGU.COM