Published On: Sat, Apr 1st, 2017

Parpol Pengusung Beda Rekomendasi – Walikota Tual: Usulan Wawali Bermasalah

Share This
Tags

Walikota Tual Adam Rahayaan menegaskan usulan Wakil Walikota Tual yang telah melalui proses rekomendasi empat partai pengusung, bermasalah.

Pasalnya untuk mene­tap­kan rekomendasi dua nama untuk di usulkan menjadi Wa­wali Tual, haruslah mela­lui rapat yang dihadiri lima partai pengusung, yakni Gol­kar, Gerindra, PPP, PBB dan PKS.

Namun nyatanya, reko­men­dasi dua nama yang di­usulkan kepada DPRD mela­lui Walikota, merupakan re­ko­mendasi dari rapat ber­sama empat partai, Golkar, Ge­rindra, PPP dan PBB, tanpa PKS.

“Saya sudah lakukan koor­dinasi dengan Kemen­terian Dalam Negeri, satu partai pengusung saja tidak tandatangan itu masalah,” ujar Rahayaan kepada Siwalima melalui telepon selulernya, Jumat (31/3).

Menurutnya, sebelumnya dirinya pernah memediasi ke lima partai untuk duduk ber­sama agar bisa menda­pat­kan rekomendasi yang sama. Namun upaya tersebut gagal.

“Sudah pernah upaya me­me­diasi tetapi gagal,” tegas­nya.

Rahayaan menegaskan, diri­nya tidak pernah untuk meng­hambat pengusulan rekomen­dasi calon Wawali tetapi, kelima partai pengusung pun sampai saat ini belum ada kata sepakat.

Disisi lain, dirinya hingga saat ini belum menerima surat, baik dari partai pengusung maupun dari DPRD terkait dengan pengusulan tersebut.

“Mungkin ada, nanti saya cek kalau sudah kembali, saya masih diluar daerah. Tetapi sejauh ini tidak ada, baik dari partai pengusung maupun dari DPRD. Saya memang mendengar DPRD pernah ke Kantor Gubernur untuk me­minta petunjuk, tetapi dari pemerintah provinsi juga me­minta petunjuk dari Kemen­dagri,” jelasnya.

DPRD Surati

Sementara itu, DPRD Kota Tual akhirnya menyurati Wali­kota Adam Rahayaan untuk mempertanyakan kejelasan usulan yang diajukan oleh partai pengusung untuk me­ngisi jabatan wawali.

Langkah tersebut ditem­puh sebab hingga Jumat (31/3), walikota belum menyerah­kan belum menyerahkan dua nama yang diusulkan oleh partai pengusung.

“Sampai sekarang DPRD belum menerima rekomendasi dua nama dari walikota untuk mengisi kekosongan jabatan wawali. DPRD juga sudah menyurati walikota untuk meminta penjelasan walikota yang belum menyerahkan dua nama yang diajukan oleh partai pengusung,” tandas Ketua DPRD Kota Tual, Fadila Rahawarin kepada Siwalima melalui telepon seluler, Jumat (31/3).

Menurut Rahawarin, hinga kini belum ada ada balasan dari Walikota Tual, karena surat tersebut baru sampai ditangan walikota Kamis (30/3).

Kendati begitu, diharapkan agar setelah menerima surat dari DPRD, walikota dapat memberikan penjelasan kon­krit.

Sebelumnya diberitakan, dua rekomendasi dengan em­pat nama calon dari lima partai pengusung untuk mengisi formasi Wakil Walikota Tual, hingga saat ini masih berada di tangan Walikota Tual Adam Rahayaan.

Empat nama dalam dua rekomendasi lima partai peng­usung diantaranya, Abdul Hamid Rahayaan dan Abdul Wahid Fakaubun yang dire­ko­mendasikan oleh partai Gol­kar, PPP, PBB dan Gerindra. Sedangkan dua nama lainnya yaitu Muhammad Kabalmay dan Abdul Hakim Zein Rumles.

Dua rekomendasi yang ber­isikan empat nama itu, akibat adanya perbedaan pengusu­lan dari lima partai pengu­sung. PKS, mereko­mendasikan Rum­les dan Kabalmay lantaran mengikuti perintah DPP PKS, sehingga PKS tidak dapat menyetujui Fakaubun dan Rahayaan sebagaimana empat partai lainnya.

Kendati begitu, sampai saat ini empat nama yang di­usulkan oleh lima partai pengusung itu masih berada di tangan Wali­kota Tual, Adam Rahayaan. Ia berencana melakukan mediasi dengan lima partai pengusung menyoal permasalahan dimak­sud. Hanya saja, dari kubu Golkar Tual, menyatakan sikap tidak akan hadir jika diundang oleh walikota untuk mediasi. (S-43)

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>