Published On: Sat, Oct 29th, 2016

PDIP Sayangkan Penggunaan Gambar Presiden Oleh Paparisa Baru

paparisa-baru-langgar-aturaDPC PDIP Kota Ambon menyayangkan pasangan PAPARISA BARU, termasuk Partai Golkar yang tidak ada hubungan historis dengan Presiden Jokowi, ternyata dibiarkan memasang gambar Kepala Negara itu tanpa ditegur oleh KPU.

“Tidak pada tempatnya, Jokowi sebagai kader PDIP dimanfaatkan untuk mendukung pasangan PAPARISA BARU yang tidak direkomendasikan PDIP. Kami mengingatkan jangan ada kesan pembiaran dengan alasan kurang tertanggung jawab,” kata Sekretaris DPC PDIP kota Ambon, Jafry Taihuttu, di Ambon, Sabtu (29/10).

Dia mengingatkan Komisi Pemilihan Umum setempat agar jangan tebang pilih saat penertiban atribut pasangan calon wali kota/wakil wali kota terutama dalam pemasangan gambar Presiden Joko Widodo.

“PDIP berjiwa besar menerima peringatan KPU dan Panwaslih Kota Ambon, tapi hendaknya juga diberlakukan sama terhadap paslon lain yang juga memasang gambar Presiden,” tandasnya.

Spanduk PAPARISA Baru yang dipajang di sekretariat DPD Partai Golkar Maluku berlokasi di Karang Panjang, kecamatan Sirimau memanfaatkan wajah Presiden, Joko Widodo, Ketua Umum DPP Partai Golkar, Setya Novanto dan Ketua DPD Partai Golkar Maluku, Said Assagaff dibiarkan hingga Jumat(27/10) petang.

“Itu pun setelah difoto dan diposting di facebook barulah diturunkan dan ini juga pelanggaran terhadap Peraturan KPU No. 7 Tahun 2016 tentang Kampanye Pemilihan Kepala Daerah mengatur penggunaan lambang atau simbol serta foto kepala negara dalam spanduk atau baliho pasangan calon,”ujarnya.

Begitu pula, pelanggaran terhadap PKPU No.12 tahun 2016.

Karena itu, menurut Jafry, KPU maupun Panwaslih kota Ambon hendaknya bertindak adil dan jangan melakukan praktek “tebang pilih” dalam penertiban atribut pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota yang berproses untuk mengikuti Pilkada pada 15 Februari 2017.

“Gambar Jokowi dipasang PDIP di spanduk, selanjutnya ditegur dengan dalih melanggar PKPU No.7 tahun 2016. Namun, saat itu dipasang karena merasa Jokowi adalah kader PDIP sehingga tidak salah memanfaatkannya sebagai ikon untuk meyakinkan masyarakat kota Ambon bahwa PDIP mendukung pasangan calon PANTAS,” katanya.

Ketua KPU kota Ambon, Marthinus Kainama maupun mana Ketua Panwaslih setempat, Jen Latuconsina belum bisa dikonfirmasi karena saat menghubungi melalui telpon genggam keduanya tidak aktif.

Pasangan PAPARISA BARU berdasarkan pengundian nomor urut pada 25 Oktober 2016 menempati nomor urut satu (1), sedangkan PANTAS nomor urut dua (2).

PAPARISA Baru diusung Partai Golkar, Partai Nasdem dan PPP. PANTAS direkomendasikan PDIP, Partai Gerindra, Partai Demokrat, Partai Hanura, PKS, PBB, PKB dan PAN.(tribunmaluku)

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>