Published On: Fri, Mar 23rd, 2018

Pegawai PU Terancam 20 Tahun Bui

Share This
Tags

Oknum pegawai Negeri Sipil di Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Maluku, Edwin Ledel Wattimena, pelaku pedofilia atau kekerasan seksual terhadap anak dibawa umur yang saat ini telah mendekam di sel tahanan Polres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease bakal terancam humuman berat atas perbuatannya.

Pria parubaya berusia 46 yang telah ditetapkan sebagai tersangka ini  terancam dijerat dengan Pasal berlapis yakni Undang-Undang nomor 35 tahun 2014 Pasal 81 ayat (1) dan (2) dan atau Pasal 82 tentang persetubuhan dan pencabulan terhadap anak dibawa umur, junto Pasal 287 ayat (1) dan Pasal 290 KUHP.

“Pelaku dijerat dengan pasal berlapis dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara,”kata Kapolres Pulau Ambon melalui Kasat Reskrim Polres Pulau Ambon, AKP Teddy kepada waratwan, Kamis (22/3).

Menurut Teddy, tersangka tergolong sebagai pelaku pedofilia karena para korbannya umumnya adalah anak yang masih dibawa umur. Perbuatan seks menyimpang pelaku ini akhirnya terbongkar setelah orang tua korban melaporkan pelaku ke polisi.

Adapun lima anak dibawa umur yang menjadi korban kekersan seksual pelaku itu yakni VAAS (11), CL (10), AW (11), MH (11) dan TK (10). Para korban ini semuanya masih bertetangga dengan pelaku.

Perbuatan bejat tersangka terkuak ke permukaan setelah RL salah satu orang tua korban melaporkan pelaku ke polisi pada Kamis pekan lalu. Usut punya usut ternyata ada lagi korban lainnya yang dicabuli pelaku.

Menurut Teddy perbuatan tak senonoh terhadap korban pertama berawal ketika korban dititipkan orang tuanya di rumah tersangka. Setelah dititipkan, korban tidur sendirian di dalam kamar, rumah tersangka. Selang beberapa jam kemudian, korban terbangun. Siswi Sekolah Dasar ini melihat celananya sudah dilucuti sebatas lutut oleh tersangka.

“Saat itu tersangka lalu menyetubuhi korban. Sebelumnya korban juga pernah dicabuli oleh tersangka pada Bulan Februari lalu,” jelasnya.

Dari hasil pendalaman, penyidik unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Ambon, kembali mengungkap fakta bahwa ada korban lainnya.

“Untuk korban kedua  kejadiannya berawal ketika korban baru pulang beli minuman dari kios. Korban lalu bertemu tersangka. Korban dipanggil dan dibawa ke rumah tersangka. Korban lalu dicabuli,” terangnya.

Saat dicabuli, lanjut Teddy, korban mengancam akan memberitahukan orang tuanya. Kala itu, tersangka kemudian melepas tangan dan korban pergi meninggalkan tersangka.

“Tapi tersangka sebelumnya pernah menyetubuhi korban. Dan atas kejadian tersebut kemudian orang tua korban melaporkan tersangka untuk di proses sesuai dengan hukum yang berlaku. Tersangka saat ini sudah di tahan di rumah tahanan Polres Ambon,” tandasnya.

Dari hasil pemeriksaan ternyata ada lima bocah yang menjadi korban kekerasan pelaku. Saat ini kata Teddy, polisi masih terus mendalami kasus tersebut apakah ada korban lainnya.”Kita masih selidiki apakah masih ada korban lain atau tidak,”katanya. (Kabar Timur)

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>