Published On: Thu, Jun 5th, 2014

Pelaku Penggelembungan Suara di Leihitu Disidangkan

Share This
Tags

pelanggaran_pemilu_okokPengadilan Negeri Ambon, kemarin menggelar sidang perdana penggelembungan suara calon anggota DPRD Maluku Tengah dari PDIP di Kecamatan Leihitu.

Para pelaku didakwa telah bersepakat menggelembungkan suara untuk meloloskan calon tertentu.

Majelis hakim yang dipimpin Mustari, menghadirkan 7 terdakwa masing-masing Yusuf Ueng caleg PDIP, Herman Serang PDI-P dari daerah pemilihan

Leihitu dan Salahutu, Salim Malawat ketua PPK Leihitu, Kasim Nakul, Erwin Pailokol, Yuyun Mohammad, dan Saharban Mony masing-masing anggota PPK Kecamatan Leihitu.

Surat dakwaan jaksa penuntut umum yang dibacakan SM Saliama menyebutkan, mereka diduga keras terlibat dalam konspirasi penggelembungan suara pada pemilu legislatif 9 April 2014 lalu.

Terdakwa Yusuf Uweng dan Herman Serang melakukan konspirasi atau kesepakan agar suara Ueng diberikan kepada Serang.

‘’Nah, jika suara Ueng diberikan kepada Serang maka suaranya melampui salah satu caleg PDIP, yakni Jemi Sitanala,’’kata jaksa dalam dakwaanya.

Tak hanya itu, Serang diduga menyuap PPPK Leihitu agar suara yang digelembubngkan direstui.

Untuk meluluskan konspirasi itu, Serang memberikan uang sebesar Rp 5 juta kepada ketua dan anggota PPK.

’’ Kejadiannya berawal pada hari minggu tanggal 27 April 2014 sekitar pukul 13.00 wit. Ada pertemuan antara Ueng, Serang, ketua PPK beserta anggota lainnya, di kantor PPK Leihitu di desa Hila,’’jelasnya.

Pada pertemuan tersebut, lanjutnya, Serang Ueng mengatakan kepada ketua dan anggota PPK agar suara Ueng yang berjumlah 153 di TPS Hitulama, ditambahkan ke Serang.

’’Padahal, di TPS tersebut Serang hanya meraih 1 suara,’’terangnya.

Akibat dari perbuatan 7 terdakwa mereka diancam pidana dalam pasal 312, UU Nomor 8 tahun 2012 tentang Pemilihan Umum DPR, DPD, dan DPRD provinsi dan kabupaten/kota jounto pasal 55 ayat (1) Kita Undang-Undang Hukum Pidana.

Setelah JPU membacakan dakwaan, majelis hakim melanjutkan sidang dengan agenda keterangan saksi.

Saksi yang dihadirka JPU, yakni Jemi Sitanala Caleg PDIP dengan no urut 10.

Sitanala ketika rapat pada pleno PPK, saksi ditelepon oleh seseorang dan mengatakan bahwa terjadi kecurangan di tingkat pleno PPK.

Dan saksi partai mengatakan memiliki data C.1, sehingga pasti ketahuan jika terjadi kecurangan

.“Majelis hakim yang terhormat, saat itu memang saksi partai komplain soal dugaan penggelembungan suara tapi PPK Leihitu tidak menghiraukan,’’jelasnya. (ameks)

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>