Published On: Tue, Dec 15th, 2015

Pembunuh Remaja Kapaha Jadi Tiga Orang

Share This
Tags

ead1e65d2dc2556e37f31f408c8cc1df_XLPenyidik Reskrim Polres Pulau Ambon kembali menetapkan dua tersangka da­lam kasus pembunuhan Hari Wahyudin Pahaly (17) remaja Ka­paha Kecamatan Sirimau Am­bon. Dua tersangka baru itu yakni HD (18) dan ML (18).

Setelah ditetapkan sebagai tersangka keduanya langsung di­jebloskan ke sel tahanan  Pol­­res Ambon. Sebelumnya, po­­lisi telah menetapkan Sau­lin Naung alias Naka, war­ga ne­gara asing (WNA) Myan­mar sebagai terangka.

Kasubag Humas Polres Pu­lau Ambon, Iptu Meity Ja­cobus mengatakan HD dan ML dijadikan tersangka ka­rena diketahui turut me­lakukan pengeroyokan ber­sama warga asing itu hingga me­­nyebabkan pemuda asal Ne­ge­ri Lima yang bermukim di Kapaha itu meninggal dunia.

“Sudah tiga orang kami tetapkan sebagai tersangka dalam kasus tewasnya Hari Wah­yudin Pahaly. Mereka di­jerat pasal 170 ayat 2 angka 3 KUHP, jo pasal 351 ayat 3 KU­HP, jo pasal 55 dan pasal 56 KUHP ancaman 20 tahun pen­jara. Kasus ini juga masih te­rus kita kembangkan,” kata Ka­su­bbag Humas Polres Am­bon Iptu Meity Jacobus ke­pada wartawan, Senin, (14/12).

Sebelumnya diberitakan, teka teki siapa pembunuh Hari Wahyudi Paihaly, warga Kapaha Kecamatan Sirimau Ambon yang tewas ditusuk pada kamis pekan kemarin akhirnya terungkap sudah. Kerja keras polisi untuk mengungkap kasus itu berbuah manis setelah polisi memeriksa sejumlah saksi usai insiden itu.

Dalam serangkaian penyelidikan yang dilakukan, polisi akhirnya menetapkan Saulin Naung alias Naka, warga Negara (WN) Miyanmar sebagai pelaku pembunuhan Paihaly. Naka kemudian di tetapkan sebagai tersangka dan langsung diamankan dibalik jeruji besi Polres Ambon.

Sebelumnya penyidik mengalami kesulitan untuk mengungkap kasus tersebut, sebab pelaku terus memberikan keterangan bohong kepada penyidik dengan mengatakan pelaku pembunuhan adalah warga Negara Thailand.

Penyidik yang curiga atas keterangan tersangka akhirnya melakukan interogasi secara mendalam terhadap warga Mianmar tersebut. Hasilnya Naka akhirnya mengakui jika dirinya yang menusuk korban hingga meregang nyawa secara mengenaskan.

“Kita curiga dengan keterangan yang disampaikan pelaku, dan setelah kita interogasi secara mendalam akhirnya dia mengakui segala perbuatannya,” kata Meity.

Menurutnya, dari pengakuannya kepada polisi, pelaku menikam korban menggunakan sebilah pisau saat korban sedang berpesta minuman keras (miras) dengan sejumlah pemuda rekannya tepat disamping Taman Makam Pahlawan (TMP) Kapahaha.

“Jadi saat itu sempat terjadi pertengkaran antara kedua kelompok pemuda, saat itu pelaku langsung menikam korban dengan pisau,” jelasnya.

Meity menambahkan, karena tersangka merupakan warga Negara asing, pihaknya melalui Polda Maluku akan mengirim surat pemberitahuan kepada Kedutaan Besar (Kedubes) Miyanmar di Jakartaterkait kasus tersebut.

“Kita akan terbitkan surat pemberitahuan kepada Polda Maluku untuk memberitahukan kepada Kedubes Miyanmar, bahwa salah satu warganya sedang menjalani proses hukum atas perbuatannya disini,” pungkas Meity. (MG4)

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>