Published On: Mon, May 8th, 2017

Pemerintah Israel Ingin Hapus Bahasa Arab sebagai Bahasa Nasional

Share This
Tags

Sejumlah kementerian di Israel menyetujui sebuah revisi undang-undang (RUU) yang kontroversial. RUU itu mendefinisikan negara itu sebagai ‘rumah nasional bagi orang Yahudi’ serta menurunkan status Bahasa Arab sebagai bahasa resmi.

Bila RUU itu akhirnya menjadi hukum positif, Bahasa Arab akan didefinisikan dengan status khusus, sementara ‘pengguna bahasa itu memiliki hak untuk layanan bahasa yang dapat diakses’. Meski demikian, Bahasa Arab tidak akan menjadi bahasa resmi. Demikian diberitakan surat kabar Haarets seperti dilansir kantor berita AFP, Minggu (7/5/2017).

Di dalam RUU itu, Bahasa Ibrani didefinisikan sebagai ‘bahasa nasional’, yang akan menjadi bagian dari undang-undang dasar negara tersebut dan serupa dengan suatu konstitusi.

Kementerian mengonfirmasi RUU itu telah disetujui komite kabinet. Setelah itu, RUU itu akan dibawa ke parlemen.

Sekitar 17,5 persen populasi di Israel adalah Arab. Petunjuk publik dan layanan pemerintah biasanya berbahasa Ibrani dan juga berbahasa Arab. Namun tidak jelas benar apakah RUU itu akan mengubah hal itu juga.

Pemerintahan di bawah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu disebut merupakan sayap paling kanan dalam sejarah negara itu. Sementara, orang-orang Arab Israel menyebut diskriminasi semakin meluar.

Mendefinisikan Israel sebagai ‘rumah nasional bagi orang Yahudi’ juga akan meningkatkan perhatian di antara para aktivis hak asasi manusia (HAM). Sedangkan pihak lain khawatir adanya diskriminasi dan upaya mencampuradukkan agama dengan kepentingan negara.

Sejauh ini, bahasa resmi nasional Israel ada 2 yaitu Ibrani dan Arab. Apabila RUU disetujui, maka Bahasa Arab tidak akan lagi menjadi bahasa resmi nasional Israel.

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>