Published On: Tue, Jan 9th, 2018

Pemerintah Lakukan Pembiaran Konflik Antar Desa Hitu – Desa Wakal

Share This
Tags

Toko masyarakat Desa Wakal Nadjir Samal menuding Pemerintah Provinsi Maluku maupun Maluku Tengah melakukan pembiaran terhadap konflik antara Desa Hitu dan Desa Wakal ,senin (8/1/2018).

Menurut dia selama ini pemda Maluku maupun Malteng di anggap gagal menyelesaikan konflik antar kedua desa bertentangga tersebut,selama ini mereka tidur,bila di bandingkan antara desa Tuhaha dan Ihamahu yang bisa di selesaikan.

Kenapa sampai hari ini belum selesai juga,diapun mempertanyakan bupati Malteng Abua Tuasikal dimana, kalau datang untuk kepentingan politik baru dia dating.

“Dengan kondisi seperti ini, sangat menyulitkan warga negeri wakal yang hendak ke Ambon harus melintasi desa Alang menuju ke kota Ambon dengan ongkos pp Rp 70.000. Kalau tidak terjadi insiden ini kita pp ke Ambon sehari empat kali, ini merupakan proses pembiaran oleh pemerintah daerah,”tandasnya.

Dia tidak mau ada pejabat yang datang ke wakal dengan janji manis ke masyarakat baik itu Gubenur maupun Bupati.

“Ada janji manis dari Gubernur Maluku untuk membuka akses jalan belakang kampung meuju Taeno, kenapa sekarang ini baru mau buat jalan,kenapa tidak dari dulu,ini bukan solusi, jangan Pemerintah Daerah mengambil kesempatan dalam hal yang sesaat,”tambahnya.

Dia merasa kesal masyarakat Wakal yang menyambut Gubernur Maluku, bagi dia kedatangan Gubernur ke Wakal bukan menyelesaikan persoalan secara adat maupun Pemerintah untuk mencari solusi ,penyelesaikan kedua desa itu.

“Jangan datang dengan janji sesaat untuk memperjuangkan jalan itu, Ini adalah sebuah proses pembiaran dia mencotohkan konflik antar Seth -Negeri lima,Ureng- Asilulu,Mamala- Morela yang terjadi di kecamatan Lehitu sampai sekarang tidak perna diselaikan oleh pemerintah,namun dibiarkan begitu saja,ada apa dengan pemeritah daerah? selama ini mereka tidur,”ujar Nadjir Samal.

Dengan adanya kejadian ini merupakan sebuah proses pembiaran terhadap kumunitas muslim begitu juga sebaliknya konflik antara Desa Tuhaha Ihamahu bisa diselesaikan secepatnya sebenarnya ada apa?.

Sementara itu mantan kepala pemuda Desa Wakal Hasan Wael menjelaskan permasalahan antara warga desa Hitu dan wakal sampai sekarang sudah berlangsung selama delapan bulan, namun hingga sekarang tidak ada perhatian serius dari pemerintah Provinsi Maluku maupun kabupaten Maluku Tengah.

“Saya sangat kesal kalau ada kepentingan politik baru mereka turun, namun untuk menyelesaikan konflik antara warga desa Hitu dan Wakal mereka tidak mampu menyelesaikan persoalan tersebut,”ungkapnya

Untuk itu dirinya memintakan ada upaya perdamaian, kalau dibiarkan berlarut larut maka bisa saja minimbulkan konflik baru.

“Kita selama ini sudah melakukan proses perdamaian,kehadiran Gubernur Maluku saat kunjungan ke desa Wakal tidak menyelesaikan solusi perdamaian, namun melakukan manufer politik untuk kepetingan Pilgub Maluku.(N25News)

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>