Published On: Tue, May 6th, 2014

Pemkot Dinilai Tebang Pilih – Sejumlah Tempat Usaha di Bongkar Paksa Satpol PP

Share This
Tags

polisiSejumlah tempat usaha yang berada dikawasan Tantui Lampu Lima tepatnya disamping proyek pembangunan Jembatan Merah Putih dibongkar paksa oleh anggota Satpol PP Kota Ambon dan dijaga ketat oleh puluhan anggota polisi Polres Pulau Ambon, Senin (5/5).

Puluhan tempat usaha yang men­jadi sasaran pembongkaran, dianta­ra­nya, perusahaan batako, bengkel tam­bal ban, kios, warung makan, konter HP, serta pangkalan truk tak luput dari sasaran pembongkaran tersebut.

Pantauan Siwalima di lokasi pem­bongkaran terlihat puluhan petugas Satpol PP menggunakan palu dan mesin senso membongkar paksa se­jumlah tempat usaha milik warga di­kawasan tersebut, para pemilik tem­pat usaha tak memberi perlawanan berarti mareka hanya bergegas me­mindahkan barang-barang mereka sebelum tempat usaha mereka di bongkar oleh petugas.

Pembongkaran yang dipimpin langsung oleh Ketua tim penertiban kota ini berlangsung selama kurang lebih tiga jam, setelah itu material bekas pembongkaran langsung diangkut menggunakan truk milik Satpol PP untuk dibuang ke tempat pembuangan sampah.

Ketua Tim Penertiban Piet Sai­mima, disela-sela pembongkaran tersebut kepada wartawan menje­las­kan, penertiban ini dilakukan karena keberadaan tempat usaha mereka tidak sesuai dengan peruntukannya dan berada di atas fasilitas umum sehingga harus di tertibkan. “Pemkot Ambon sebelum dilaku­kan pembongkaran sudah diberita­hukan melalui surat sebanyak 3 kali untuk membongkar sendiri namun sampai dengan hari ini mereka juga tidak melakukan pembongkaran maka terpaksa kita bongkar sendiri,” tandasnya.

Dikatakan, penertiban dan pena­taan ini dilakukan bukan hanya di­daerah ini namun dilakukan di seluruh Kota Ambon dan penertiban ini juga sudah sesuai dengan Stan­dar Operasional Pro­sedur (SOP). Jika ada PNS yang nakal yang memberikan ijin kepada pe­milik tempat usaha untuk membangun juga maka akan ditindak tegas.

Sementara itu ditempat yang sama pemilik rumah makan Armaini dan pemilik tempat tambal ban Ali Arman Nasir mengaku tidak pernah mene­rima surat pemberitahuan sebelum­nya dari pemkot terkait dengan pembongkaran ini.

“Ini pembongkaran sepihak, karena kami tidak diberikan surat peringatan dari Pemkot Ambon kalau akan dilakukan pembongkaran,” ujar Nasir.

Selain itu mereka juga meminta pemkot jangan hanya membongkar dan menertibkan jalur Lampu Lima na­mun kios-kios disepanjang Jalan Jen­deral Sudirman Batu Merah yang be­rada di atas trotoar juga harus diter­tibkan sama seperti di kawasan ini.

“Kami sangat setuju kalau pemkot melakukan penataan, tetapi jangan ada diskriminasi dan tebang pilih dalam penertiban. Di jalan Sudirman Batu Merah juga harus ditertibkan yang sudah diberi tanda x sampai dengan saat ini tidak ada pelaksa­naan penertiban. Kalau mau tertib, tertibkan semuanya,” cetus Nasir.

Masih ditempat yang sama pemilik tempat usaha batako, Sukri Anis kepada wartawan mengaku dengan adanya pembongkaran ini dirinya mengalami kerugian puluhan juta rupiah bahkan 30  karyawannya harus berhenti bekerja. “Batako saya baru selesai di cetak dan masih basah, se­muanya hancur diinjak puluhan petu­gas yang mela­kukan pembongkaran bangunan tempat usaha saya dan itu harganya bisa mencapai puluhan juta rupiah,” ujar Anis.

Dirinya juga tidak sependapat de­ngan proses pembongkaran yang la­ku­kan oleh Pemkot Ambon karena pi­haknya hanya mendapat surat pembe­ritahuan 1 kali dari pemkot yang isinya menerangkan bahwa tem­pat usaha miliknya akan dibongkar. “Tanah ini milik saya bukan orang lain dan pem­kot sendiri belum memberikan ganti rugi atas tanah yang akan dibangun rumah sakit tersebut. Dengan kejadian ini saya dan karya­wan saya akan tetap berada di lokasi ini dan menolak untuk dipindahkan,” tegasnya. (S-39)

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>