Published On: Sat, Jan 23rd, 2016

Pendaftaran Ulang PNS Kota Ditutup

Share This
Tags

2127bbced8a3c305d858f89986e6cd8f_XLPemerintah Kota (Pemkot) Ambon telah menutup proses pendaftaran Ulang Pegawai Negeri Sipil (PUPNS) secara elektronik yang dijadwalkan pemerintah penutupannya pada 31 Januari 2016.

“Sejak diluncurkan 1 September 2015 program PUPNS terdata dan terdaftar di server BKN sebanyak 7.468 PNS Pemkot Ambon telah melakukan pendaftaran yang ditindaklanjuti proses validasi berkas, dan saat ini telah ditutup untuk proses pendaftaran,” kata Kepala Badan Kepegawaian Kota (BKK) Ambon, Benny Selanno, Kamis.

Menurut dia, penutupan pendaftaran dilakukan mengingat 99 persen PNS di jajaran Pemkot Ambon telah mendaftar ulang dan dalam proses verifikasi akhir, tetapi pihaknya masih membuka kesempatan jika ada yang belum mendaftar.

“PNS yang belum mendaftar masih diberikan kesempatan yakni pembuatan surat keterangan dengan alasan untuk proses pendaftaran ulang. Kami berharap hingga batas waktu yang ditentukan pemerintah seluruh PNS telah terdaftar,” katanya.

Benny mengakui, data PUPNS Pemkot Ambon berbeda dengan data yang dimiliki oleh Badan Ke­pegawaian Nasional (BKN). Perbedaan data ini telah dikonfirmasi untuk ditindaklanjuti.

“Penyebab perbedaan data ini karena ada sejumlah PNS yang belum mendaftarkan atau meninggal dunia serta mutasi ke daerah lain, tetapi belum dilaporkan sehingga terdapat perbedaan data,” ujarnya.

Data PUPNS Kota Ambon, lanjutnya yang telah terdaftar pada server BKN sebanyak 7.428 orang atau mengalami selisih 40 orang yang belum mendaftar. Permasalahan pihaknya telah melaporkan kepada Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy terkait perbedaan data, dan meminta setiap PNS untuk proaktif untuk mendaftarkan diri.

“Masih ada kesempatan yang diberikan oleh pemerintah pusat karena secara keseluruhan bukan Kota Ambon saja tetapi secara nasional, yakni beberapa kabupaten/kota di Indonesia yang belum mendaftar,” tandasnya.

Benny mengemukakan, pihaknya juga akan melakukan verifkasi data ulang terkait dengan perubahan data akibat ada PNS yang meninggal dunia maupun mutasi. Data tersebut akan dikirim dan didaftarkan ke BKN, sehingga pada waktu pengumuman dapat diketahui jumlah PNS di lingkup Pemkot Ambon.

“Jika sampai pada batas akhir tidak ada perubahan atau PNS yang mau mendaftarkan, maka dianggap bukan lagi PNS dan semua haknya tidak akan diberikan oleh pemerintah,” kata Benny Selanno. (Kabartimur-AN/KTP)

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>