Published On: Tue, Dec 15th, 2015

Pendukung HIKMAT Bakar Rumah Warga di Ambalauw

Share This
Tags

f43d3bd6fbb41bd47fd9dae95686bce8_XLEmpat rumah warga dibakar di Kecamatan Ambalauw. Pelaku pembakaran adalah pendukung Rivai-Anton (HIKMAT). Mereka  beraksi usai penghitungan rekapitulasi suara di daerah itu, Sabtu, pekan, kemarin.

Ke-empat rumah warga yang rata dengan tanah itu diantaranya milik Abubakar Loilatu, Harun Souwakil dan Sitoli Solissa, yang berlokasi di Desa Selasi, Kecamatan Ambalauw, Kabupaten Bursel.  Selain empat dibakar,  sekitar 30 rumah di tiga Desa Selasi, Desa Siwar dan Desa Elara ikut dirusak para provokator itu.

“Empat rumah yang merupakan pendukung pasangan Tagop Solissa-Ayub Buce Seleky (TOPBU) di Desa Selasi dibakar hingga rata dengan tanah sebab kondisi rumah terbuat dari papan,” ujar salah satu masyarakat Ambalau, Kasim Loilatu kepada Kabar Timur, tadi malam.

Ia menceritakan, kejadian ini bermula ketika proses rekapitulasi perhitungan suara tingkat PPK di ibu kota Kecamatan Ambalau di Desa Selasi , Sabtu (12/12). Saat proses rekapitulasi berlangsung tim pendukung HIKMAT melakukan provokasi, intimidasi serta teror kepada saksi TOP-BU.

Saksi dan relawan TOPBU yang hadir saat rekapitulasi tidak meladeni ataupun melakukan perlawanan. Herannya Polsek maupun Koramil setempat hanya membiarkan hal ini terjadi hingga kejadian pembakaran rumah dilakukan para provokator tersebut.

Usai rekapitulasi sekitar pukul 19.00 WIT, kotak suara yang dikawal aparat kepolisian dibawa ke Namrole menggunakan tiga unit speed boat. Setelah itu para pendukung HIKMAT mulai berulah pendukung TOPBU diintimidasi hingga dilempari batu.

“Ada seorang pendukung TOPBU atas nama Mahmud Solissa  dilempar mengenai pipi sebelah kiri dan telah dibawa ke RSUD Namrole untuk dirawat,” terangnya.

Parahnya Polsek maupun Koramil setempat tidak mengambil tindakan apa-apa. Menurutnya, proses demokrasi merupakan hak setiap warga negara untuk memilih pemimpinnya. Sehingga cara-cara seperti ini harus diberi efek jera.

Sebab akibat perlakuan mereka, banyak masyarakat pendukung TOPBU lari ke hutan meninggalkan desanya karena aksi teror dan permainan fisik yang dilakukan pendukung HIKMAT.

Padahal kata dia, pesta demokrasi merupakan hak setiap warga negara untuk memilih pemimpinnya ke depan. Olehnya itu, Loilatu mendesak Kapolda Maluku Brigjen Murad Ismail untuk menuntaskan kejahatan sistimatis yang dilakukan oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab sehingga ada proses hukum.

“Pihak keamanan harus bertindak tegas agar masyarakat merasa nyaman kalau hal ini terus dibiarkan masyarakat menjadi korban. Mereka harus ditangkap dan diberikan ganjaran sesuai perbuatannya,” imbaunya. (Kabartimur)

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>