Fish & Product Expo and Maluku Expo 31 Juli - 5 Agustus 2010

Perempuan !
Puisi berjudul perempuan, diibacakan oleh Sekretaris Kota Ambon Ny dr H. J. Huliselan di Lingkar Tugu Trikora Ambon, Senin (8/3), dalam aksi memperingati Hari Perempuan Internasional yang digagas aktivis perempuan, jurnalis dan seniman di Ambon.
Perempuan !
Oleh : Rudi Fofid
Perempuan adalah tulang rusuk bumi
tulang rusuk bangsa
tulang rusuk sejarah
Siapa sayang perempuan
dia sayang bumi
dia sayang bangsa
dia sayang sejarah
Perempuan adalah tanah subur
Dari padanya tumbuh benih-benih
rasa sayang
rasa haru
rasa malu
Perempuan adalah rahim suci
Dialah yang melahirkan revolusi-revolusi
Mengibarkan bendera
Memerangi rasa haus dan lapar
Perempuan adalah laut biru tanpa batas
Dia bisa bergelora menenggelamkan kapal
Tapi dia bisa seteduh kesunyian tempat jiwa-jiwa berlabuh
Perempuan adalah puisi sedih
Dialah yang pertama kali mengucurkan darah dari jantung
Ketika anaknya tertembak mati karena mencuri jambu
Perempuan adalah tali nafas,
Perempuan adalah urat nadi
Perempuan adalah perempuan
Siapakah yang membawa perempuan ke tepi jurang
Siapakah yang menempatkan perempuan di garis pinggir
Siapakah yang menabuh genderang mengiring perempuan menari di remang malam
Siapakah yang memasung perempuan di sel tikus
Siapakah yang mengambil sembilu mengiris hati perempuan
Siapakah yang menjajakan bibir perempuan seperti sate gerobak
Perempuan adalah tulang rusuk bumi
tulang rusuk bangsa
tulang rusuk sejarah
Siapa sayang perempuan,
dia sayang bumi
dia sayang bangsa
dia sayang sejarah
Tapi kalau tak ada lagi rasa sayang pada perempuan
Biarlah perempuan mundur jauh-jauh di belakang waktu
Keluar dari lintasan sejarah
Supaya di lorong kota dan kampung
Perempuan hanyalah monumen
Perempuan hanyalah kenang-kenangan
Perempuan hanyalah bayang-bayang
Mungkin saat itu barulah bumi memahami hakikat perempuan
Justru ketika perempuan itu sudah tidak ada
Perempuan adalah tulang rusuk bumi
tulang rusuk bangsa
tulang rusuk sejarah
Siapa sayang perempuan
dia sayang bumi
dia sayang bangsa
dia sayang sejarah
Ambon, 8 Maret 2010





