Published On: Thu, Feb 1st, 2018

Polisi Segera Periksa Eks Anggota DPRD Malteng

Share This
Tags

Penyidik Ditreskrimsus Polda Maluku segera mengagendakan pemeriksaan terhadap eks anggota DPRD Kabupaten Maluku Tengah, Lutfi Naya dalam kasus sinabar di jembatan merah putih (JMP).

Hal ini disampaikan Direktur Res­kimsus Polda Maluku, Kombes Fir­man Nainggolan saat dihubu­ngi Siwalima, Rabu (31/1). Menu­rutnya, agenda pemeriksaan sedang disusun dan dipastikan akan dila­kukan pemeriksaan secepatnya.

“Itukan sedang kita susun untuk kita panggil. Kasus ini pasti jalan, sehingga tidak perlu diragukaan,” tandasnya.

Ditegaskan,  yang namanya kasus sinabar penyidik tidak akan main-main, sehingga proses penuntasan teradap perkara ini berjalan dengan profesional. “Pasti tuntas. Ikuti saja,” ujarnya singkat.

Sebelumnya, Naogolan mengata­kan pihaknya  tak akan meloloskan Lutfi Naya dalam kasus tersebut. Penyidik Ditreskrimsus sudah me­netapkan Junaidi sebagai tersangka. Surat panggilan segera dilayangkan kepada Lutfi Naya yang diduga sebagai pemilik 28 karung material sinabar tersebut.

“Itu yang jelas tersangka Junaidi sudah tahap II. Kita akan cek, kalau ada bukti petunjuk dan alat bukti lengkap kita proses. Intinya yang berkaitan dengan sinabar sepan­jang memenuhi alat bukti kita panggil. Dan akan kita panggil dalam waktu dekat. Semua saksi juga sepanjang yang berkaitan dengan sinabar,” tandas Naigolan melalui telepon selulernya, Rabu (23/1) yang lalu.

Ditegaskan, pihaknya tidak akan main-main dalam penanganan kasus sinabar. Lutfi Naya sudah pernah dipa­nggil, namun tidak hadir. “Pengakuan Junaidi kan harus dengan bukti lain. Penyidik tidak segampang menyidik orang. Jadi bukan berhenti diarahkan ke sana. Hanya karena saat ini fokus sele­saikan yang sudah duluan. Intinya kita proses,” tegasnya.

Material sinabar 28 karung yang diamankan polisi di bawah JMP pada Rabu, 29 November 2017 lalu, diduga milik Naya. Puluhan karung sinabar yang diperkirakan berat le­bih dari 1 ton itu, awalnya diamankan oleh personil Ditnarkoba Polda Maluku di bawah JMP, kawasan Galala.

Pengusutan lebih lanjut dita­ngani oleh penyidik Diterskrimsus. Junai­di,  pengepul besi tua yang meru­pa­kan warga Batu Merah, Kecamatan Sirimau ditetapkan sebagai ter­sangka.

Berkas Junaidi, sudah diserahkan penyidik Subdit IV Tipikor Ditres­krimsus Polda Maluku ke Kejati Maluku beberapa hari lalu, setelah dinyatakan lengkap oleh JPU. Dalam pemeriksaan, Junaidi telah mengaku bahwa pemilik 28 karung sinabar sebenarnya adalah Lutfi Naya. Warga Desa Liang, Kecama­tan Salahutu ini adalah anggota DPRD Maluku Tengah periode 2009-2014.

Kendati begitu, penyidik Subdit IV Ditreskrimsus dibawah koman­do AKBP Oni Prasetya belum juga me­meriksa Lutfi Naya. Penyidik pernah menerbitkan surat panggilan pertama pada Desember lalu, namun ia tak hadir.

Namun entah mengapa, penyidik tidak pernah menerbitkan lagi surat panggilan kedua. Padahal, lazimnya dalam penanganan sebuah perkara pidana, jika panggilan pertama tidak dipenuhi maka penyidik harus menerbitkan surat panggilan kedua. Jika panggilan kedua tidak dipenuhi juga, maka dapat dilakukan upaya paksa untuk menghadirkan orang ter­sebut untuk menjalani pemeriksaan.

Kepala Subdit IV Ditreskrimsus Polda Maluku, AKBP Oni Prasetyo yang dikonfirmasi beralibi, penga­kuan Junaidi belum bisa dijadikan alat bukti.

“Memang pengakuan tersangka Junaidi saat diperiksa seperti itu bahwa material sinabar itu milik warga Liang. Namun pengakuan satu orang itu kan belum mencukupi dua alat bukti untuk kita bisa menjerat seseorang. Kita masih harus mencari bukti-bukti lainnya,” ujarnya kepada wartawan Jumat, (19/1) di Kantor Ditreskrimsus Polda Ma­luku, Mangga Dua, Ambon.

Oni mengakui, pernah menerbit­kan su­rat panggilan pertama kepada Lutfi Naya. Namun ia mangkir. “Memang kita pernah terbitan surat panggilan pertama kepada LN, dan tidak dipenuhi,” ungkapnya.

Ditanya kenapa belum mela­yang­kan pa­nggilan kedua, padahal waktu sudah se­bulan lebih, Oni menjawab tergantung per­tim­bangan penyidik.  “Memang kita belum ki­rimkan surat panggilan kedua. Ini ter­gan­tung pertimbangan penyidik,” ujarnya.

Oni menegaskan, tim penyidik te­rus mengembangkan kasus ini. Ka­sus ini tidak ada yang ditutupi, apa­lagi persoalan sinabar merupakan bahan dasar pem­buatan cairan merkuri. “Prinsipnya, kita akan terus menggarap kasus ini hingga tuntas. Karena itu kita masih berusaha untuk mencari bukti keterlibatan warga Liang tersebut,” ujar Oni. (Siwalima)

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>