Published On: Mon, Jun 5th, 2017

Puluhan Guru SMK Banda Belum “Digaji”

Share This
Tags

Tercatat sejak bulan April hingga Juni 2018, puluhan guru dan tenaga honorer di SMK Negeri 1 Banda, Kabupaten Maluku Tengah, belum digaji. Diduga gaji selama tiga bulan yang belum dibayarkan itu dipakai sang Kepala Sekolah (Kepsek).

Salah seorang guru SMK Negeri 1 Ban­da, yang mewanti-wati namanya tidak diko­ran­kan menghubungi Redaksi Kabar Timur, via telepon, selulernya, Sabtu dan Ming­gu, sore, kemarin. Dia me­min­­­­ta, Ka­bar Timur meng­eks­pos ma­salah ini, agar diketahui Gu­ber­nur Maluku dan Kepala Dinas Pen­didikan Pro­vinsi Maluku, M. Saleh Thio.

Dia juga mengaku, para guru, PNS dan tenagah honorer di se­ko­lah itu, telah mengadukan masa­lah tersebut kepada Ketua PGRI Keca­matan Banda, Badiun. “Kami sudah adukan masalah ini kepada Ketua PGRI. Biliau hanya menyampaikan rasa prihatin dan berjanji akan menindaklanjuti keluhan para guru ini,” ungkap mereka mengutip apa yang disampaikan Badiun selaku Ke­tua PGRI Banda.

Diungkapkan, ada sembilan PNS dan 22 tenaga guru honorer yang tercatat tidak menerima gaji sejak bulan April hingga Juni. “Tidak ada penjelasan apa-apa dari Kepsek ke­pada mereka soal tiga bulan gaji itu. Otomatis kami menduga uang gaji kami telah dipakai yang ber­sangkutan (Kepsek),” urai dia da­lam sambungan telepon itu.

Yang menarik, lanjut dia, sete­lah dikoordinasikan dengan dinas ter­kait menyangkut gaji-gaji mere­ka, ternyata gaji tersebut telah dise­rah­kan kepada Kepsek SMK Negeri 1 Banda, bernama: Rahman Lajai.

“Kami sudah tanyakan bahwa gaji tersebut sudah diserahkan kepa­da Pak Kepsek. Dia berdalih, bahwa gaji-gaji tersebut tidak dibayarkan, karena para PNS dan 22 guru honorer itu, malas masuk sekolah,” bebernya mengutip dalih Kepsek kepada Dinas terkait.

Mereka menilai alasan Kepsek Rahman Lajai tersebut mengada-ngada. “Yang malas masuk sekolah itu, bukan kami. Justeru Kepsek sendiri, yang lebih banyak bertugas diluar daerah. Coba periksa Absen kehadiran Kepsek di sekolah sejak Bulan Mei. Semua lebih banyak tu­gas kepsek diluar,” ungkap mereka.

Terkait dengan masalah ini, me­reka meminta Dinas Pendi­di­kan Provinsi Maluku, untuk menu­runkan tim ke SMK Negeri 1 Banda. Dengan begitu semua masalah dapat bisa diketahuinya. Bahkan, soal proyek-proyek di sekolah Kepsek juga melibatkan istrinya sebagai bendahara keuangan.

“Ini kami bongkar agar bisa diketahui apa yang selama ini terjadi di SMK Negeri 1 Banda. Dan kami berharap masalah ini dapat ditangani serius oleh Pak Gubernur Maluku, karen SMK saat ini telah menjadi tanggung jawab Dinas Provinsi Maluku,” harap mereka. (Kabartimur)

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>