Published On: Thu, Aug 31st, 2017

Raja Hatu di duga Selewengkan Anggaran Dana Desa (ADD)

Share This
Tags

Oknum Raja Desa Hatu Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) Provinsi Maluku diduga menyelewengkan Anggaran Dana Desa untuk tahun 2015,2016,2017.

Yan Nanpasnea kepada N25NEWS.COM mengatakan bahwa belum perna sekalipun Raja Hatu  mengadakan rapat untuk membahas tentang anggaran Dana Desa, baik itu dari tahun 2015 hingga tahun 2017 ini.

Sebagaimana yang di ketahui untuk anggaran Dana Desa tahun 2015 sebesar 800 juta,tahun 2016 sebesar 900 juta lebih dan tahun 2017 sebesar 1,470 Milyar.

“Terkait Anggaran Dana Desa dari tahun 2015 sampai 2017 belum sekalipun ada pemberitahuan,pembahasan ataupun rapat mengenai Anggaran Dana Desa,”ungkap Nanpasnea.

Menurutnya masyarakat tidak perna tahu bahwa dana itu sudah ada karena tidak ada  bentuk realisasi anggaran tersebut seperti apa.

“Hanya terterah  di papan besar anggaran dana desa namun untuk pekerjaan–pekerjaan yang mana itu tidak jelas,”tambah Yan Nanpasnea yang merasa terpanggil untuk mengungkap masalah penyelewengan ADD Hatu.

Lebih lanjut Nanpasnea mengungkapkan bahwa untuk anggaran dana desa tahun 2017 ini sebesar 1,470 Milyar saja tidak terlihat apa yang di kerjakan dengan Dana Desa tersebut.

Iapun merasa Anggaran Dana Desa untuk desa Hatu di pergunakan tidak tepat sasaran.

“Sebagaimanyang  kita tahu selama ini kalau dana itu di berikan untuk menunjang ekonomi masyarakat tapi dalam hal ini sepertinya dana itu di pergunakan untuk apa,kami tidak tahu,”ucapnya menambahkan.

Selain kata nampasnea untuk anggaran dana desa tahun 2017 ini di kelolah oleh raja Hatu sendiri dan di berikan kepada orang-orang tertentu seperti insfrastruktur jalan tidak perna ada penjelasan atau pemberitahuan tidak perna transparan terkait dana desa hatu.

“Infrastruktur jalan rusak dan jalan setapak,akan tetapi jalan setapak itupun juga hanay di perbahurui saja ,bukan jalan setapak baru,”ujarnya.

Diapun berharap untuk pihak kejaksaan maupun kepolisian untuk melakukan audit Anggaran Dana Desa (ADD) Hatu untuk tahun 2015,2016 dan 2017, karena katanya ada indikasi peneyelewangan.

“Kami mendesak agar aparat hukum segera menyelidiki Anggaran Dana Desa Hatu yang kemungkinan besar di korupsi oleh Oknum Raja Hatu,”ungkap Nanpasnea.

Katanya Lagi dalam hal ini pihaknya bukan  tidak senang dengan apa yang di lakukan Raja Hatu namun Ia merasa bahwa Anggaran Dana Desa sepertinya tidak di pergunakan untuk masyarakat makanya,pihaknya  meminta untuk aparat hukum daapat melihat masalah Anggaran Dana Desa Hatu.(N25news)

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

BALAGU.COM - Berita Informasi Maluku